PKS Kukar Perkuat Kualitas Saksi Lewat Program PKS Menyapa Saksi

img

Kantor DPD PKS Kukar. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Menjaga kualitas saksi pemilu tidak cukup dilakukan menjelang hari pencoblosan.

Berangkat dari pemikiran itu, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Kartanegara (Kukar) menjalankan Program PKS Menyapa Saksi sebagai wadah untuk mempererat komunikasi sekaligus membina para saksi secara berkelanjutan agar tetap siap menjalankan perannya pada setiap agenda demokrasi.

Program tersebut menjadi salah satu strategi PKS Kukar dalam mempertahankan jaringan saksi yang telah memiliki pengalaman.

Melalui pertemuan yang dikemas secara sederhana, partai ingin memastikan hubungan dengan para saksi tetap terjalin meski tahapan pemilu telah usai.

Alih-alih hanya mengandalkan perekrutan baru menjelang pesta demokrasi, PKS memilih mempertahankan dan memberdayakan para saksi yang telah memiliki pengalaman.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga kesiapan sumber daya sekaligus memperkuat jaringan partai hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua DPD PKS Kukar Ahmad Zainuddin mengatakan, Program PKS Menyapa Saksi mengajak para saksi yang pernah bertugas untuk kembali berkumpul dalam suasana yang sederhana.

Melalui kegiatan itu, PKS ingin membangun kembali komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan para saksi.

"Namanya Program PKS Menyapa Saksi. Program ini mengajak saudara-saudara kita yang pernah terlibat menjadi saksi untuk berkumpul kembali. Mungkin bentuknya sederhana, seperti ngopi bareng," ujarnya kepada Poskotakaltimnews saat di hubungi pada Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, komunikasi yang terus terjaga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas saksi.

Dengan tetap menjalin hubungan, kata dia, para saksi yang telah berpengalaman dapat terus dipersiapkan sehingga tidak perlu memulai proses pembinaan dari awal setiap kali memasuki tahapan pemilu.

Pengalaman yang dimiliki para saksi dipandang sebagai modal penting untuk menjaga kualitas pengawasan di TPS sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi pemilu berikutnya.

"Kita bangun kembali komunikasi dengan mereka. Sehingga nanti pada saatnya kita tidak lagi merekrut saksi yang baru, tetapi saksi-saksi yang lama itu kita berdayakan. Bahkan itu menjadi salah satu bagian dari rekrutmen yang berkelanjutan," kata dia.

Pembinaan terhadap para saksi juga diwujudkan melalui pelibatan mereka dalam berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan PKS.

Dengan tetap aktif di tengah masyarakat, para saksi diharapkan tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi juga mampu menjadi penggerak kegiatan di lingkungan masing-masing.

"Kalau kita punya program-program kemasyarakatan, seperti UMKM dan lain sebagainya, mereka kita libatkan. Mereka yang menjadi motor di masing-masing tempat. Semuanya kita berdayakan," tandasnya. (kriz)