Bandara Kalimarau Segera Hadirkan Pusat Bisnis BLU Mart, Food Court, Car Wash hingga Depo Air Minum

img

Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Jika selama ini Bandara Kalimarau hanya menyediakan pelayanan transportasi udara, namun dalam waktu akan lebih di pelengkap dengan sejumlah fasilitas publik dan unit usaha baru seperti BLU Mart, food court, car wash, depo air minum isi ulang, penjualan es kristal, tanaman hias hingga perluasan layanan penyewaan kendaraan.

 

Langkah tersebut menjadi strategi besar Bandara Kalimarau untuk meningkatkan pendapatan dari sektor non-penerbangan atau non-aeronautika (non-aero).

 

Transformasi itu dilakukan bukan tanpa alasan, sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Bandara Kalimarau dituntut mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri guna membiayai operasional, tunjangan pegawai hingga remunerasi yang tidak sepenuhnya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan dana APBN yang diterima pihaknya hanya diperuntukkan bagi pembayaran gaji pegawai. Sementara berbagai kebutuhan lain harus dipenuhi melalui pendapatan yang dihasilkan bandara.

 

"Sebagai BLU, kami mengelola anggaran APBN hanya untuk gaji pegawai. Untuk tunjangan karyawan, uang makan, remunerasi hingga operasional bandara, kami harus mencari pendapatan sendiri. Karena itu pada 2026 kami fokus meningkatkan pendapatan dari sektor non-aero," ujarnya.

 

Menurut Patah, kondisi jumlah penumpang yang belum stabil membuat pengelola bandara tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari aktivitas penerbangan. Oleh sebab itu, berbagai inovasi terus dilakukan agar Bandara Kalimarau memiliki sumber pemasukan baru yang lebih beragam.


"Kalau hanya mengandalkan sektor penerbangan tentu sangat dipengaruhi jumlah penumpang. Karena itu kami harus membuat berbagai terobosan agar pendapatan tetap meningkat," katanya.

 

Salah satu program yang saat ini tengah dipersiapkan adalah pembangunan BLU Mart yang nantinya melayani kebutuhan masyarakat maupun pengguna jasa bandara. Selain itu, area terminal juga akan dilengkapi dengan “food court” yang diisi tenant-tenant kuliner, khususnya pelaku UMKM lokal. Tak hanya itu, Bandara Kalimarau juga tengah membangun depo air minum isi ulang lengkap dengan produksi es kristal . Seluruh peralatannya telah tiba dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli ini.

 

"Inovasi ini kami lakukan agar masyarakat mengetahui bahwa bandara tidak hanya identik dengan pesawat. Nanti ada BLU Mart, food court, depo air minum, es kristal dan berbagai layanan lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat," jelasnya.

 

Tidak berhenti sampai di situ, pihak bandara juga menyiapkan “layanan car wash” yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun. Bahkan kawasan bandara juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi penjualan tanaman hias yang sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan agar terlihat lebih asri.

 

"Tanaman yang ada di kawasan bandara nantinya juga akan dijual kepada masyarakat. Selain mempercantik lingkungan bandara, ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan baru," ungkapnya.

 

Di sektor jasa, Bandara Kalimarau sebenarnya telah lebih dulu mengembangkan layanan penyewaan kendaraan. Armada yang tersedia cukup beragam, mulai dari bus, Hiace, Camry hingga Fortuner yang selama ini melayani wisatawan, tamu instansi maupun kegiatan kunjungan edukasi ke bandara. Ke depan, berbagai layanan tersebut akan terus diperluas sehingga kawasan bandara tidak hanya ramai oleh aktivitas penerbangan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

 

"Kami ingin bandara menjadi tempat yang hidup. Orang tidak harus naik pesawat untuk datang ke sini. Masyarakat bisa makan, ngopi, berbelanja, mencuci mobil atau sekadar menunggu keluarga dengan fasilitas yang nyaman," ungkap Patah, baru-baru ini dikantornya.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, Bandara Kalimarau juga membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku usaha, UMKM maupun perusahaan nasional untuk membuka tenant ataupun menggelar berbagai kegiatan promosi di kawasan bandara.

 

Menurut Patah, konsep tersebut telah mulai berjalan. Beberapa perusahaan otomotif pernah memanfaatkan area bandara untuk menggelar pameran kendaraan sekaligus menyediakan fasilitas test drive bagi masyarakat. Ke depan, peluang serupa akan semakin diperluas, termasuk bagi berbagai merek makanan dan minuman yang ingin membuka gerai di kawasan bandara.

 

"Kami sangat welcome. Kalau ada brand makanan, otomotif atau usaha lainnya yang ingin membuka tenant di bandara, kami persilakan. Kami siapkan lahannya sesuai aturan yang berlaku," katanya.

 

Konsep food court yang sedang dikembangkan juga diharapkan menjadi ruang baru bagi pelaku UMKM Berau untuk memasarkan produknya. Selain memberikan pilihan kuliner bagi penumpang, keberadaan area tersebut juga diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat yang ingin bersantai di kawasan bandara.

 

"Bandara nantinya bukan hanya tempat orang bepergian, tetapi juga menjadi tempat berkumpul masyarakat. Orang bisa nongkrong sambil menunggu keluarga atau menikmati suasana bandara tanpa harus membeli tiket pesawat," ujarnya. Sejalan dengan pengembangan berbagai unit usaha tersebut, Bandara Kalimarau juga terus mendorong digitalisasi layanan. Seluruh transaksi di kawasan bandara kini diarahkan menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui  QRIS.

 

"Semua pembayaran menggunakan QRIS, tidak lagi memakai uang tunai. Ini untuk menciptakan transaksi yang lebih transparan, akuntabel dan modern," tegas Patah.

 

Melalui berbagai inovasi tersebut, Bandara Kalimarau berharap dapat meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat layanan publik, ruang ekonomi baru, dan wajah terdepan Kabupaten Berau bagi setiap orang yang datang maupun berkunjung. (sep/FN)