Pipa Distribusi Tua dan Minim Air Baku, Tantangan Besar PTMB Layani Warga Balikpapan

img

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin saat memberikan keterangan kepada awak media.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Keluhan masyarakat terkait air keruh hingga distribusi air yang sering terhenti kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Balikpapan bersama Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Senin (13/7/2026).

 

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan ada dua persoalan mendasar yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan air bersih di Kota Balikpapan, yakni keterbatasan sumber air baku dan kondisi jaringan distribusi yang sudah berusia tua.

 

Menurut Yudhi, mayoritas pengaduan pelanggan yang masuk ke PTMB berkaitan dengan dua hal, yaitu air tidak mengalir dan air yang berubah keruh. Namun, kedua persoalan tersebut memiliki penyebab yang berbeda.

 

Ia menjelaskan, gangguan distribusi air umumnya terjadi ketika Instalasi Pengolahan Air (IPA) harus berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik atau adanya pekerjaan perbaikan pada jaringan pipa transmisi.

 

“Ketika instalasi berhenti beroperasi, distribusi ke pelanggan otomatis ikut terdampak sehingga air tidak mengalir seperti biasa,” ujarnya.

 

Sementara itu, persoalan air keruh bukan berasal dari proses produksi air di instalasi pengolahan. PTMB memastikan seluruh air yang diproduksi telah melalui proses pengolahan dan pengujian laboratorium sesuai standar kualitas sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

 

Yudhi menerangkan, perubahan warna air biasanya terjadi saat aliran melewati jaringan pipa distribusi yang telah lama tertanam di dalam tanah. Endapan yang selama bertahun-tahun berada di dalam pipa dapat ikut terbawa ketika terjadi kebocoran maupun proses penggantian jaringan.

 

“Begitu ada kebocoran atau pergantian pipa, endapan yang selama ini berada di dalam jaringan akan ikut terbawa aliran air. Dampaknya, air yang diterima pelanggan menjadi keruh,” jelasnya.

 

Kondisi tersebut, lanjut dia, merupakan konsekuensi teknis yang kerap muncul dalam proses pemeliharaan dan perbaikan jaringan distribusi. Karena itu, PTMB meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kondisi air keruh agar petugas dapat melakukan penanganan cepat.

 

Langkah yang dilakukan antara lain pengurasan jaringan, pemeriksaan lapangan hingga penggantian pipa apabila ditemukan kerusakan yang berpotensi mengganggu kualitas layanan.

 

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, PTMB juga berupaya meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Salah satunya dengan memperkuat sistem pengaduan yang lebih cepat dan terintegrasi.

 

Saat ini, selain kanal layanan yang telah tersedia, PTMB telah membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp dan tengah menyiapkan command center yang akan beroperasi selama 24 jam penuh.

 

Dengan sistem tersebut, setiap laporan masyarakat ditargetkan dapat ditindaklanjuti dalam waktu maksimal satu kali 24 jam sejak pengaduan diterima.

 

“Kalau ada keluhan harus langsung ditindak. Jangan sampai masyarakat merasa tidak mendapat respons lalu menyampaikan keluhan ke berbagai pihak,” tegas Yudhi. (mid)