Gasali Minta Kontraktor Segera Perbaiki Retakan Siring dan Area Parkir SDN 022 Balikpapan Timur

img

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali saat melakukan peninjauan lapangan di SDN 022 Balikpapan Timur, pada Selasa (14/7/2026).

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Hari pertama kegiatan belajar mengajar di SDN 022 Balikpapan Timur yang baru saja difungsikan diwarnai temuan sejumlah kerusakan fisik bangunan. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Komisi IV DPRD Kota Balikpapan yang turun ke lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus meminta langkah perbaikan segera dilakukan.

 

Dalam inspeksi tersebut, Komisi IV menemukan adanya retakan pada dinding penahan tanah (siring) serta penurunan permukaan pada area parkir yang menyebabkan sebagian lokasi mengalami amblas. Temuan ini menjadi perhatian serius karena sekolah sudah digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik untuk aktivitas belajar mengajar.

 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan pihaknya sengaja melakukan peninjauan langsung ke lapangan setelah menerima informasi terkait kerusakan tersebut.

 

“Setelah kami cek ke lapangan, memang ditemukan retakan pada dinding penahan tanah atau siring serta area parkir yang mengalami penurunan permukaan. Namun seluruh perbaikan masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek ini masih berada dalam masa pemeliharaan,” kata Gasali, Selasa (14/7/2026).

 

Menurutnya, DPRD ingin memastikan tidak ada risiko yang dapat membahayakan siswa maupun warga sekolah. Apalagi bangunan tersebut sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fasilitas pendidikan.

 

“Kami tekankan bahwa sekolah ini sudah memiliki penerima manfaat, sudah digunakan untuk aktivitas belajar. Karena itu kami harus memastikan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Kontraktor harus segera menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya sesuai kontrak,” tegasnya.

 

Gasali menjelaskan, pihak kontraktor telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan perbaikan dan menyampaikan jadwal pekerjaan kepada DPRD. Secara kontrak, masa pemeliharaan proyek masih berlangsung hingga Desember 2026.

 

Meski demikian, Komisi IV meminta proses perbaikan tidak menunggu hingga masa pemeliharaan berakhir. DPRD berharap seluruh pekerjaan perbaikan dapat dituntaskan dalam waktu lebih cepat agar keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah tetap terjaga.

 

“Kalau bisa jangan menunggu sampai Desember 2026. Semakin cepat diselesaikan tentu semakin baik. Kami berharap dalam waktu sekitar satu bulan ke depan pekerjaan perbaikan sudah rampung karena aktivitas sekolah sudah berjalan normal,” ujarnya.

 

DPRD Balikpapan menegaskan akan terus mengawasi proses perbaikan yang dilakukan kontraktor. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko bagi siswa, guru maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan sekolah. (mid)