Berpeluang Jadi BUMD Percontohan di Kaltim, Perumda Batiwakkal Berau Bangun Budaya Sadar Risiko Demi Tingkatkan Pelayanan Publik

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, Perumda Batiwakkal Berau terus berbenah. Tak hanya fokus meningkatkan kualitas distribusi air bersih, perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Berau itu kini memperkuat fondasi tata kelola perusahaan melalui penerapan manajemen risiko yang terintegrasi.

 

Komitmen tersebut bahkan mendapat perhatian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur. Jika mampu mencapai tingkat maturitas manajemen risiko level 3, Perumda Batiwakkal berpeluang menjadi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) percontohan di Kalimantan Timur yang disupervisi langsung oleh BPKP Pusat.

 

Peluang itu disampaikan Pejabat Pengendali Teknis BPKP Kalimantan Timur, Diana Sukmawati, saat menghadiri kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko yang digelar Perumda Batiwakkal Berau.

 

"Bahkan jika nanti nilai maturitas Perumda Batiwakkal mencapai level 3, maka akan langsung disupervisi oleh BPKP Pusat karena sudah bisa menjadi percontohan," ujar Diana.

 

Pernyataan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi jajaran manajemen Perumda Batiwakkal. Pasalnya, tidak banyak BUMD yang mampu mencapai tingkat kematangan manajemen risiko hingga layak menjadi model penerapan tata kelola perusahaan yang baik / Good Corporate Governance (GCG).

 

Direktur Perumda Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, mengatakan penguatan manajemen risiko bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi atau menjalankan regulasi. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun perusahaan yang sehat, profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Menurutnya, seluruh pegawai harus memiliki kesadaran bahwa setiap pekerjaan memiliki risiko yang harus dikenali, dipetakan, dan dikendalikan sejak awal agar tidak berdampak terhadap pelayanan publik.

 

"Komitmen perusahaan harus dimulai dari kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya manajemen risiko. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal dan risiko dapat kita kelola sejak dini," tegas Saipul.

 

Sebagai bentuk keseriusan, Perumda Batiwakkal menerapkan Model Tiga Lini (Three Lines Model) sebagai kerangka utama dalam sistem pengelolaan risiko perusahaan. Pada lini pertama, seluruh pelaksana operasional bertanggung jawab mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan berbagai risiko yang muncul dalam aktivitas sehari-hari. Lini kedua diperankan oleh fungsi manajemen risiko dan kepatuhan yang bertugas menyusun metodologi, melakukan pemantauan, memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai regulasi, serta menjaga implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

 

Sementara itu, lini ketiga dijalankan oleh fungsi audit internal yang memberikan penilaian independen terhadap efektivitas sistem pengendalian risiko sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh unit kerja.

 

"Ketiga lini ini harus berjalan selaras. Jangan sampai ada risiko yang luput dari pengawasan, baik risiko operasional, keuangan, hukum maupun risiko reputasi perusahaan," jelasnya.

 

Tak berhenti pada kegiatan sosialisasi, Perumda Batiwakkal juga menindaklanjuti rekomendasi BPKP Kalimantan Timur dengan menyusun langkah konkret. Salah satunya melalui pelaksanaan self-assessment penerapan manajemen risiko secara menyeluruh yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun.

 

Evaluasi tersebut akan menjadi tolok ukur tingkat pemahaman seluruh unit kerja terhadap manajemen risiko sekaligus dasar penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (RTP), khususnya terhadap risiko-risiko yang masuk kategori tinggi.

 

"Kami tidak ingin hasil evaluasi ini hanya menjadi dokumen yang tersimpan di lemari. Semua rekomendasi harus ditindaklanjuti agar penerapan manajemen risiko benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan," tegas Saipul.

 

Ia menambahkan, pendampingan yang diberikan BPKP Kalimantan Timur menjadi energi positif bagi Perumda Batiwakkal untuk terus melakukan transformasi tata kelola perusahaan menuju standar yang lebih baik.

 

Menurutnya, budaya sadar risiko menjadi salah satu kunci bagi perusahaan daerah dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks. Dengan sistem pengendalian yang kuat, perusahaan akan lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko sekaligus mampu meningkatkan efisiensi operasional.

Melalui penguatan tata kelola yang dilakukan secara berkelanjutan, Perumda Batiwakkal optimistis mampu mewujudkan perusahaan daerah yang sehat, profesional, akuntabel, serta menghadirkan pelayanan air minum yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Berau. Ke depan, perusahaan berharap seluruh upaya tersebut tidak hanya meningkatkan nilai maturitas manajemen risiko, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Perumda Batiwakkal sebagai salah satu BUMD strategis di Kabupaten Berau. (sep/FN)