Rita Widyasari: Musda Partai Golkar Balikpapan Digelar 15 Maret
BALIKPAPAN, Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur, Rita Widyasari, mengungkapkan penyebab molornya jadwal Musda Kota Balikpapan lantaran kesulitan mempertemukan dua calon kandidat Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan, Rachmad Mas’ud dengan Abdulloh. Setelah ada kesepakatan antara kedua kandidat tersebut. Dipastikan Musda Partai Golkar Kota Balikpapan akan diselenggarakan 15 Maret 2017 mendatang.
Kata Rita Widyasari yang juga Bupati Kutai Kartanegara, Rachmad Mas’ud yang kini menjabat Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan, dan Plt Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan, Abdulloh dimana keduanya berpegang pada aturan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).
"Ini memang membutuhkan pemikiran yang dingin dan terbuka serta memahami aturan yang ada termasuk AD/ART," tegas Rita.
Jelas Rita, salah satu pasal dalam AD/RT Partai Golkar bahwa saudara sedarah (kandung) tidak bisa sama-sama jadi Ketua DPC partai politik. Ini terkait Abdul Gafur Mas’ud, yang merupakan adik kandung Rachmad Mas’ud, kini telah ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kota Balikpapan periode 2017-2022.
"Jadi harus bisa menentukan sikap dengan dituangkan melalui surat pernyataan. Dan Rahmat Mas'ud sudah menandatanganinya," jelasnya.
Disebutkannya, meski masih terdapat perselisihan namun, dirinya menginginkan pemilihan ketua DPD II Partai Golkar secara aklamasi.
"Jangan berebutan, jadi maunya saya kan ada keinginan besar Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahwa seluruh kepala daerah itu memegang komitmen sebagai Ketua Partai. Jadi kita mengarahkan kepada Rahmad Mas’ud,” katanya.
Kembali dijelaskan Rita Widyasari, saat ini antara Abdulloh dan Rahmad Mas’ud telah ada kesepakatan bersama. Yakni Ketua DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan, Abdulloh.
Rita menjelaskan, banyak kekurangan dari salah satu kandidat Ketua DPD Golkar, yakni Rahmad Mas'ud. Diantaranya belum lima tahun dan juga tidak menjabat atau duduk sebagai pengurus Partai Golkar Kota Balikpapan atau ditingkat Provinsi Kaltim.
"Karena dia (Rahmat Mas'ud) mendapatkan surat diskresi dari DPP. Maka kita tidak bisa berbuat banyak, kita ikuti surat diskresi dari DPP Partai Golkar," lanjutnya. max-poskotakaltimnews.com