Meja Biliar jadi Ruang Kebersamaan Wartawan di Kukar
Suasana Turnamen Biliar PWI Kukar dalam
rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Doc. PWI Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Tak ada suasana tegang seperti ketika wartawan mengejar narasumber atau berpacu dengan waktu menyelesaikan berita.
Kali ini, tawa dan obrolan justru mengisi
sela-sela pertandingan, ketika puluhan wartawan dari Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) berkumpul di sekitar meja biliar
untuk menikmati momen kebersamaan.
Turnamen biliar tersebut digelar PWI Kukar di
Tahta Biliar, Jalan Belida, Tenggarong, Sabtu (16/8/2026), sebagai bagian dari
rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Stik biliar bergantian berpindah tangan, ada
peserta yang serius mengukur arah bidikan, ada pula yang lebih santai sembari
berbincang dengan rekan-rekan di sekitarnya.
Persaingan tetap berjalan, tetapi suasana
keakraban terasa lebih menonjol.
Bagi para wartawan, momen seperti ini menjadi
kesempatan untuk bertemu tanpa harus membicarakan agenda liputan.
Kesibukan di lapangan sejenak berganti dengan
permainan dan obrolan ringan bersama rekan seprofesi.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo mengatakan
kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para wartawan untuk berkumpul di luar
rutinitas jurnalistik.
"Kalau sehari-hari kan kita ketemu biasanya karena liputan, kejar berita, atau ada kegiatan. Nah, lewat acara seperti ini kita bisa santai dulu, ngobrol-ngobrol, ketawa bareng," ujar Awi, sapaan akrabnya.
Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi
kesempatan untuk membuat kegiatan yang bisa mempertemukan para wartawan dalam
suasana lebih santai.
Karena itu, kata dia, kegiatan yang digelar
tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga memberikan ruang bagi
anggota PWI Kukar untuk berinteraksi.
"Ini bukan cuma soal siapa yang menang,
yang penting teman-teman bisa kumpul, suasananya enak, silaturahmi jalan, dan
kita tetap kompak," ucapnya.
Sebelum turnamen biliar, PWI Kukar juga telah
menggelar lomba domino pada Sabtu (15/8/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian
dari perayaan HUT ke-81 RI yang dikemas dengan suasana santai dan melibatkan
para wartawan.
Kebersamaan itu pun terasa di antara peserta,
salah satunya Patrick, yang ikut mengambil bagian dalam turnamen biliar.
Ia mengaku menikmati suasana pertandingan
karena bisa bertemu dengan rekan-rekan wartawan dalam suasana yang berbeda dari
rutinitas pekerjaan.
"Seru sih, karena biasanya ketemu
teman-teman dalam urusan kerja. Di sini bisa lebih santai, saling bercanda, sambil
main. Jadi suasananya memang beda," tuturnya.
Menurutnya, pertandingan tetap membuat peserta
bersemangat untuk menang, tetapi suasana kekeluargaan tidak hilang.
Justru dari permainan tersebut, kata dia, para
peserta memiliki kesempatan untuk lebih banyak berinteraksi.
"Kalau soal menang atau kalah itu
belakangan. Yang penting ramai dan teman-teman bisa kumpul. Apalagi momennya
juga pas untuk merayakan kemerdekaan," ujarnya.
Pertandingan terus bergulir hingga memasuki
babak akhir, suasana yang sejak awal cair mulai terasa lebih kompetitif ketika
para peserta berusaha menjaga konsentrasi di setiap bidikan.
Satu per satu pertandingan berakhir, hingga
akhirnya Sabri tampil sebagai peserta terbaik dan berhak menempati posisi
pertama.
Di bawahnya, Ahmad Rifai mengamankan posisi
kedua, sementara Sultan Alief menyusul di tempat ketiga.
Ketiganya menjadi nama yang berhasil membawa
pulang hasil terbaik dari turnamen yang sejak awal tidak hanya mempertemukan
peserta untuk beradu kemampuan, tetapi juga menjadi ajang berkumpul dan
mempererat kebersamaan antar wartawan. (kriz)