Patroli Udara Pantau Titik Karhutla, Otorita IKN: Padam Bukan Berarti Selesai

img

POSKOTAKALTIMNEWS, NUSANTARA : Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama TNI/POLRI, BMKG, BNPB, BIN, dan mitra terkait terus memperkuat pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar IKN. Pada Kamis (10/09/2026), patroli udara dilakukan menggunakan helikopter Caracal H225M yang berangkat dari Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan.

Patroli udara dilakukan untuk memastikan titik-titik yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dari darat maupun udara, termasuk operasi water bombing, benar-benar dalam kondisi padam dan tidak kembali memunculkan titik api.

Patroli mencakup sejumlah lokasi, yakni Jalan Tol Balikpapan–Samarinda KM 31, Wonotirto, Muara Jawa, dan Bukit Tengkorak 1 mencakup Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, sebelum kembali ke Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan.

Kegiatan ini juga didukung dengan pemantauan dan data dari instansi terkait sebagai bagian dari upaya menentukan langkah penanganan yang diperlukan, baik dari udara maupun darat.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan patroli udara menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi titik-titik yang sebelumnya telah ditangani sekaligus mengantisipasi munculnya kembali asap atau titik api.

“Di KM 31 sudah tidak ada lagi asap. Namun, di Wonotirto yang kemarin sudah padam, kembali timbul asap. Di Muara Jawa juga terlihat ada asap baru. Sifatnya kebakaran ini dinamis. Bila sudah tidak ada asap, bukan berarti itu selesai,” ujar Danis.

Menurut Danis, penanganan karhutla membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan karena kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, Otorita IKN bersama seluruh pihak terkait terus melakukan pengamatan dan tindakan berdasarkan hasil monitoring di lapangan.

“Kita harus secara kontinu melakukan monitoring, pengamatan, dan tindakan. Berdasarkan data monitoring, ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan darat. Ini yang harus kita upayakan, jangan sampai ada titik-titik baru. Monitoring dan penanganan akan terus kami lakukan, kami juga lakukan pembasahan. Upaya kita bekerja sama sebagai satu tim mencari solusi terhadap hal ini,” kata Danis.

Otorita IKN akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan TNI/POLRI, BMKG, BNPB, BIN, serta mitra terkait untuk memperkuat pemantauan dan penanganan karhutla. Upaya dilakukan secara terpadu melalui monitoring, pemadaman, dan pembasahan di titik-titik yang diperlukan guna mencegah munculnya kembali titik api serta menjaga kondisi wilayah IKN tetap aman dan terkendali.(pk)