Di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah, Lobi Bupati Sri Juniarsih ke Kemenkes Berbuah Rp150 Miliar untuk Perkuat Layanan Kesehatan Berau
Kunjungan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Sekda dan rombongan ke Kementerian Kesehatan yang diterima langsung Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (foto : istimewa/prokopim)
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi
alasan bagi Pemerintah Kabupaten Berau untuk mengendurkan langkah mempercepat
pembangunan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memperkuat komunikasi dan
lobi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran.
Langkah tersebut
mulai membuahkan hasil, dimana Pemerintah Kabupaten Berau mendapat dukungan
anggaran sebesar Rp150 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk
memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Bumi Batiwakkal.
Mengenai dukungan angaran
dari pusat tersebut disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas setelah
melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono
Harbuwono di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dalam kunjungan
tersebut, Sri Juniarsih didampingi Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said
serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Pertemuan dengan
jajaran Kemenkes tidak hanya membahas kondisi pelayanan kesehatan di Berau,
tetapi juga kebutuhan penguatan fasilitas kesehatan agar masyarakat di daerah
dapat memperoleh pelayanan yang semakin mudah, cepat dan berkualitas.
Di hadapan Wamenkes,
Sri Juniarsih memaparkan kondisi infrastruktur dasar pelayanan kesehatan di
Kabupaten Berau. Termasuk berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah
daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Salah satu perhatian
utama adalah penguatan fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi ujung tombak
masyarakat di wilayah kecamatan. Saat ini, Berau memiliki 21 puskesmas yang
tersebar di 13 kecamatan.
Keberadaan fasilitas
tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar,
terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan rumah
sakit.
Karena itu, Bupati
berharap Pemerintah Pusat memberikan dukungan terhadap peningkatan fasilitas
maupun layanan kesehatan di Berau. Harapan tersebut mendapat respons positif dari
Kementerian Kesehatan.
Dengan fasilitas yang
semakin memadai, pelayanan di daerah diharapkan meningkat dan kebutuhan
masyarakat untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit di luar daerah dapat
diminimalkan.
Dalam pertemuan itu,
Wamenkes menyampaikan adanya alokasi anggaran sebesar Rp150 miliar untuk
Kabupaten Berau. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan sarana
dan prasarana kesehatan, baik di RSUD
dr. Abdul Rivai, puskesmas, maupun laboratorium kesehatan.
“Alhamdulillah, dari
pertemuan tadi, kita membawa anggaran ke Berau dari Kemenkes sebesar Rp150
miliar,” ungkap Sri Juniarsih.
Bagi Pemkab Berau,
dukungan pemerintah pusat tersebut menjadi tambahan kekuatan untuk mempercepat
pembangunan sektor kesehatan. Terlebih, pemerintah daerah saat ini harus tetap
menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan kemampuan anggaran
daerah.
Dengan adanya
dukungan dari pemerintah pusat, sejumlah kebutuhan fasilitas kesehatan yang
selama ini belum terpenuhi diharapkan dapat ditangani secara bertahap.
Sri Juniarsih
menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi komitmen pemerintah
daerah. Pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang harus terus
diperkuat karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya,
pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik,
tetapi juga bagaimana masyarakat di seluruh wilayah Berau memiliki akses
terhadap pelayanan kesehatan yang layak.
Sebagai Bupati
perempuan pertama di Bumi Batiwakkal, Sri Juniarsih berharap dukungan anggaran
tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga meminta
dukungan seluruh pihak agar berbagai program peningkatan pelayanan kesehatan
dapat berjalan secara optimal.
“Kami berharap upaya ini mendapat dukungan dari seluruh pihak dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Berau,” tandasnya.
Dengan dukungan Rp150
miliar dari Kemenkes, Pemkab Berau berharap penguatan layanan kesehatan dapat
dilakukan secara lebih optimal, mulai dari fasilitas pelayanan tingkat pertama
di puskesmas hingga rumah sakit dan laboratorium kesehatan. (sep/FN/Prokopim/Advertorial)