Pemkab Berau Siapkan AQMS Portabel Pantau Kualitas Udara Secara Real Time
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Tak ingin hanya mengandalkan pengamatan di satu titik, Pemkab Berau menyiapkan pengadaan Air Quality Monitoring System (AQMS) portabel yang dapat dibawa ke berbagai lokasi dan memberikan data kualitas udara secara real time. Mengingat kabut asap yang dalam sepekan terakhir menunjukkan perubahan cukup signifikan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat pemantauan kualitas udara.
Wakil Bupati Berau
Gamalis mengatakan, setidaknya satu unit AQMS portabel dibutuhkan untuk
mendukung pemantauan kondisi udara di wilayah Berau.
“Kalau anggarannya
tersedia, kita berharap sekitar dua minggu ke depan alat itu sudah ada. Karena
sifatnya portable, lebih mudah dibawa ke mana-mana, lebih real time, dan
parameternya juga lebih akurat,” ujar Gamalis, Jumat (18/9/2026).
Menurut Gamalis,
perangkat tersebut dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran
kondisi udara secara lebih cepat, terutama ketika kualitas udara berbeda antara
satu lokasi dan lokasi lainnya.
Dengan sifatnya yang
portabel, alat tersebut nantinya dapat dipindahkan ke sejumlah titik sesuai
kebutuhan pemantauan. Data yang diperoleh diharapkan memberikan gambaran yang
lebih menyeluruh mengenai kondisi kualitas udara di Berau.
Pemkab Berau juga
berharap AQMS tersebut dapat terhubung dengan sistem pemantauan Kementerian
Lingkungan Hidup. Dengan begitu, data dari daerah dapat dipantau secara lebih
baik dan menjadi bagian dari sistem pemantauan kualitas udara yang lebih luas.
“Kalau ada penambahan
alat portable, pemantauannya bisa lebih mobile. Kita bisa melihat kondisi di
lokasi yang berbeda,” katanya.
Sambil menunggu
pengadaan alat, Pemkab Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan
(DLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan
pengukuran kualitas udara di luar ruangan.
Pengukuran dilakukan
selama 24 jam dengan memantau partikulat PM2.5 dan PM10. Kedua parameter
tersebut akan menjadi bagian dari data yang dianalisis untuk mengetahui kondisi
kualitas udara secara lebih detail.
Hasil pengukuran
nantinya menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk melihat kondisi kualitas
udara di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Langkah tersebut
dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang dinilai mengalami perubahan cukup
signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pemkab Berau ingin memastikan
kebijakan yang diambil memiliki dasar data yang berasal dari kondisi udara di
lapangan.
“Kita tunggu hasil
pengukurannya. Dari situ kita bisa melihat seperti apa kondisi kualitas udara
kita dan bagaimana dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” terang Gamalis.
(sep/FN/Advertorial)