Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi
POSKOTAKALTIMNEWS, JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi administrasi sejak hari pertama pemagangan. Kedisiplinan tersebut diperlukan agar pelaksanaan pemagangan berjalan sesuai ketentuan dan hak serta kewajiban peserta dapat terpenuhi.
Direktur
Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker,
Darmawansyah, mengatakan peserta perlu memastikan seluruh administrasi dan
kewajiban selama mengikuti program dilakukan secara tertib.
“Seluruh
peserta pemagangan wajib mengaktifkan akun SIAPKerja, tertib melakukan presensi
digital, serta rutin mengunggah logbook dan laporan harian di platform
MagangHub,” ujar Darmawansyah saat memberikan arahan dalam kegiatan orientasi
dan briefing peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Senin (21/9/2026).
Pada hari
pertama pemagangan, peserta diminta segera menuntaskan empat hal penting, yakni
menandatangani perjanjian pemagangan resmi, mendaftarkan nomor rekening pribadi
untuk keperluan penyaluran uang saku, menginstal aplikasi JMO (Jamsostek
Mobile) untuk aktivasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta bergabung dalam
saluran komunikasi resmi WhatsApp MagangHub.
Saluran
komunikasi resmi tersebut digunakan untuk menyampaikan pembaruan informasi
kepada peserta secara berkala selama program berlangsung.
Selain
memastikan tertib administrasi, Kemnaker juga menyiapkan fasilitasi sertifikasi
kompetensi kerja bagi peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pemagangan.
Fasilitasi
sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah
memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Alur
sertifikasi dapat diakses secara terintegrasi melalui situs web MagangHub,
mulai dari pendaftaran, pemilihan LSP dan skema sertifikasi yang relevan,
hingga pelaksanaan uji kompetensi.
“Dengan adanya sertifikasi kompetensi kerja berlisensi BNSP ini, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman kerja praktis, tetapi juga mengantongi bukti kompetensi yang diakui untuk bersaing di pasar kerja global,” kata Darmawansyah.(PK)