Benjang Kukar Sudah Ukir Prestasi Nasional, Pembinaan di Daerah Masih Terbatas

img

Ketua PGSI Kukar, Joni Ringgo. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dari olahraga tradisional yang belum banyak dikenal di Kutai Kartanegara (Kukar), Benjang perlahan menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional.

 

Sejumlah atletnya telah berhasil meraih medali dalam ajang olahraga tradisional, namun capaian tersebut belum sepenuhnya ditopang pembinaan yang kuat di daerah.

 

Benjang merupakan seni olahraga bela diri tradisional yang berasal dari masyarakat Sunda, Jawa Barat.

 

Salah satu bentuk yang berkembang sebagai olahraga pertandingan ialah Benjang Gelut, yang memiliki karakter seperti gulat karena mempertemukan dua atlet dalam pertarungan dengan teknik khas Benjang.

 

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kukar, Joni Ringgo mengatakan, Benjang telah berkembang secara turun-temurun di masyarakat Sunda sebelum kemudian diperkenalkan lebih luas sebagai olahraga tradisional.

 

“Kalau di masyarakat sekarang, mungkin lebih mudah mengenalnya sebagai gulat tradisional. Tetapi Benjang memiliki sejarah dan karakter sendiri yang berasal dari budaya Sunda,” ujarnya saat ditemui pada Senin (21/9/2026).

 

Kukar kemudian ikut ambil bagian dalam sejumlah ajang olahraga tradisional tingkat nasional.

 

Dari keikutsertaan tersebut, atlet Benjang Kukar mampu menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

 

Ia menyebut pada ajang olahraga tradisional di Palembang, kontingen Benjang Kukar berhasil membawa pulang medali.

 

Prestasi kembali dicatat pada ajang 2024 di Nusa Tenggara dengan raihan dua medali emas dan tiga medali perak.

 

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet Benjang Kukar memiliki pengalaman dan kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.

 

“Pengalaman bertanding di luar daerah itu sangat penting bagi atlet. Mereka jadi tahu bagaimana menghadapi lawan dari daerah lain sekaligus bisa mengukur kemampuan sendiri,” ucapnya.

 

Meski telah memiliki prestasi nasional, ia mengakui pembinaan Benjang di Kukar masih membutuhkan perhatian lebih.

 

Dukungan tersebut terutama diperlukan ketika atlet menjalani persiapan dan harus mengikuti pertandingan di luar daerah.

 

Ia berharap dukungan pembiayaan dapat diberikan kepada atlet yang dipersiapkan mengikuti kejuaraan.

 

Selain itu, apresiasi setelah pertandingan juga dinilai dapat menjadi motivasi agar atlet terus meningkatkan kemampuan.

 

“Jangan sampai atlet sudah berlatih dan berprestasi, tetapi setelah itu tidak ada keberlanjutan. Kami ingin mereka merasa bahwa perjuangan mereka dihargai, sehingga semakin semangat untuk berlatih,” jelasnya.

 

Ia mengatakan peminat Benjang di Kukar berasal dari berbagai kelompok usia. Anak-anak hingga masyarakat umum ikut berlatih, sementara atlet yang sudah tercatat dan pernah berlaga di tingkat nasional diperkirakan mencapai sekitar 30 orang atau lebih.

 

“Sekarang kami ingin pembinaan ini jangan hanya berhenti pada atlet yang sudah ada. Kalau anak-anak mulai dikenalkan sejak awal, kami bisa menyiapkan regenerasi untuk beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.

 

Proses pembinaan tersebut juga didukung sekitar 10 pelatih yang aktif mendampingi latihan. Ke depan, pihaknya menyiapkan proses seleksi melalui kejuaraan daerah hingga menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

 

Ia berharap tahapan tersebut dapat menjadi ruang untuk menjaring atlet baru sekaligus mempersiapkan atlet yang telah ada agar mampu kembali bersaing di tingkat nasional.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, Benjang sebenarnya telah berkembang cukup lama. Namun, di Kukar olahraga tersebut masih berada dalam tahap pengembangan.

 

“Kalau kita bicara olahraga tradisional, sebenarnya banyak sekali yang bisa kita kembangkan. Tinggal bagaimana kita memperkenalkannya secara konsisten kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, salah satu tantangan pengembangan Benjang di Kukar ialah jumlah dan persebaran pegiatnya yang belum seluas olahraga tradisional lain seperti begasing dan belogo.

 

Karena itu, Dispora Kukar berencana memasukkan Benjang dalam berbagai kegiatan olahraga tradisional yang digelar di daerah.

 

Kegiatan di tingkat kecamatan juga akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

 

“Kalau sudah sering ditampilkan dalam kegiatan olahraga, masyarakat akan lebih mudah mengenal. Dari situ nanti kami harapkan muncul anak-anak muda yang tertarik untuk ikut latihan,” kata dia.

 

Ia menjelaskan, pusat latihan Benjang saat ini berada di kawasan Stadion Rondong Demang, Tenggarong.

 

Para pegiat Benjang berlatih di gedung yang juga digunakan bersama komunitas gulat profesional.

 

Saat ini, terdapat sekitar 10 hingga 20 atlet yang mengikuti kegiatan Benjang, khususnya di Tenggarong.

 

Jumlah tersebut dinilai masih dapat berkembang apabila pengenalan olahraga diperluas ke wilayah lain.

 

“Tempat latihan sudah ada dan teman-teman juga sudah menjalankan pembinaan. Tinggal bagaimana ke depan kita membuka akses yang lebih luas supaya olahraga ini tidak hanya dikenal di satu tempat,” jelasnya.

 

Ia juga berharap keterlibatan atlet putri dalam Benjang dapat meningkat. Sebab, aktivitas Benjang di Kukar saat ini masih didominasi atlet putra.

“Kalau nanti semakin banyak yang tertarik, saya kira komposisinya juga bisa lebih beragam. Mudah-mudahan ke depan atlet putri juga mulai ikut dan kita bisa membina mereka bersama-sama,” pungkasnya. (Kriz)