Parkir Kendaraan di Luar Sekitar RSUD dr Abdul Rivai hingga Depan SMP 2 Berau Dinilai Ganggu Akses Lalu Lintas hingga Jalur Ambulans

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kendaraan yang parkir di luar area rumah sakit RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb hingga depan SMP Negeri 2 Berau, Masjid Al-Bayyinah, bahkan memasuki kawasan Gang Gotong Royong dikeluhkan.

 

Pasalnya arus lalu lintas di kawasan tersebut kerap tersendat dan kemacetan semakin terasa pada jam-jam sibuk.

 

Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Tanjung Redeb, Nur Hadi, menyebut masalah itu telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir.

 

Menurutnya, kemunculan parkir di luar lingkungan rumah sakit mulai terlihat setelah diberlakukannya retribusi parkir di dalam area rumah sakit.

 

“Sebelum ada retribusi itu sepertinya belum muncul masalah parkir. Pokoknya semenjak retribusi di rumah sakit itu, muncul parkir di luar,” ungkap Nur Hadi, baru-baru ini.

 

Namun, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri, selain retribusi, keterbatasan lahan parkir serta penataan kendaraan di dalam lingkungan rumah sakit juga disebut menjadi faktor yang membuat sebagian masyarakat memilih mencari tempat parkir di luar hingga ke bahu jalan.

 

“Parkirnya juga bayarnya lumayan walaupun Rp3.000, apalagi saat ekonomi sekarang, jadi itu solusinya sampai sekarang belum ketemu,” ucapnya.

 

Kondisi itu kemudian membuat persoalan parkir tidak lagi hanya berada di lingkungan RSUD dr Abdul Rivai. Kendaraan yang berpindah ke luar area rumah sakit justru memenuhi ruas jalan di sekitarnya.

 

Bagi pihak rumah sakit, persoalan tersebut memiliki konsekuensi yang lebih serius. Jalur di depan rumah sakit harus tetap steril untuk menjaga kelancaran akses, termasuk kendaraan ambulans yang membawa pasien menuju IGD.

 

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr Abdul Rivai, Sarengat, mengatakan sterilisasi jalur depan rumah sakit merupakan bagian dari upaya memenuhi standar akreditasi.

 

Selain itu, akses yang lancar dibutuhkan agar kendaraan darurat dapat bergerak tanpa terhambat ketika membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera.

 

Sarengat mengakui keterbatasan petugas parkir pada malam hari masih menjadi salah satu kendala. Kendaraan yang tidak tertata pada malam hari dapat menyebabkan penumpukan dan berdampak pada kondisi parkir keesokan harinya.

 

Meski demikian, ia menyebut kondisi parkir pada pagi hari mulai menunjukkan perbaikan setelah adanya petugas khusus yang membantu mengatur kendaraan. Namun, persoalan justru berpindah ke luar kawasan rumah sakit.

 

“Masalahnya adalah perilaku masyarakat di rumah sakit baik, di depan rumah sakit tertib, pindah di depan SMP 2 ini yang menjadi problem lagi,” jelas Sarengat.

 

Artinya, ketika kendaraan berhasil ditertibkan di depan rumah sakit, sebagian kendaraan justru berpindah ke lokasi lain yang masih berada di sekitar kawasan tersebut.

 

Sarengat menambahkan, area parkir di sekitar Gedung Walet sebenarnya masih cukup untuk menampung puluhan kendaraan roda empat maupun roda dua. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu alternatif selama pengelolaannya dilakukan secara tertib.

 

Camat Tanjung Redeb, Ahmad Juhri, mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah menyepakati langkah penertiban secara bersama-sama. Tidak hanya pemerintah kecamatan, langkah tersebut akan melibatkan dinas dan instansi terkait, pemerintah kelurahan hingga unsur RT.

 

“Kami sepakat semua dinas instansi terkait dan termasuk lurah, semua yang hadir, termasuk RT juga, kami akan melakukan aksi bersama. Nanti jadwalnya masih dirahasiakan karena takut bocor,” tutupnya.

 

Penertiban nantinya diharapkan tidak sekadar mengosongkan badan jalan untuk sementara, tetapi juga menghasilkan pola penataan parkir yang lebih tertib dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.  (sep/FN)