Lomba Perahu Panjang 2026 Hidupkan Warisan Leluhur, Berau Dorong Tradisi Banua Naik Kelas Hingga Ke Panggung Nasional dan Internasional

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dalam pelaksanaan Lomba Perahu Panjang 2026, Minggu (27/9/2026), di atas aliran sungai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Berau, tradisi lama kembali dihidupkan.

 

Perahu-perahu panjang melaju dengan irama dayung para peserta, membawa bukan hanya semangat untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

 

Lomba Perahu Panjang 2026 pun tidak sekadar menjadi agenda perlombaan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb.

 

Pemerintah Kabupaten Berau melihat kegiatan tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempertahankan identitas budaya masyarakat Banua sekaligus membuka peluang agar tradisi lokal memiliki panggung yang lebih luas.

 

Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Berau Gamalis. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terselenggaranya Lomba Perahu Panjang 2026.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Lomba Perahu Panjang bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya masyarakat yang harus terus kita lestarikan,” ujar Gamalis.

 

Menurutnya, sebuah tradisi akan tetap hidup apabila terus diperkenalkan, dilaksanakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, kegiatan seperti Lomba Perahu Panjang dinilai memiliki arti penting dalam menjaga adat dan budaya Banua agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

 

“Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Ini menjadi ajang untuk melestarikan adat dan budaya kita. Kita ini kaparais bakula, bagaimana budaya dan tradisi yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu bisa terus kita jaga dan semakin kuat,” katanya.

 

Gamalis menegaskan, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga agar berbagai tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan daerah tetap tumbuh dan dikenal oleh generasi muda.

 

Menurutnya, pengenalan terhadap budaya daerah perlu terus dilakukan agar generasi penerus tidak hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi juga memahami dan ikut terlibat dalam pelestariannya.

 

“Kita sama-sama membangun Berau tercinta. Jangan sampai tradisi yang sudah menjadi warisan turun-temurun ini hilang. Justru harus kita rawat, kita kembangkan, dan kita kenalkan kepada generasi muda,” tuturnya.

 

Bagi Berau, upaya mempertahankan tradisi juga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi daerah. Budaya yang terus dirawat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata.

 

Lomba Perahu Panjang, misalnya, memiliki kekuatan tersendiri karena berlangsung di ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni sungai. Tradisi, olahraga, kebersamaan masyarakat, dan potensi wisata bertemu dalam satu kegiatan.

 

Potensi tersebut yang kemudian ingin dikembangkan Pemerintah Kabupaten Berau agar Lomba Perahu Panjang tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan di tingkat daerah.

 

Gamalis berharap, ke depan penyelenggaraan Lomba Perahu Panjang dapat semakin berkembang, baik dari sisi pelaksanaan maupun jangkauan pesertanya. Bahkan, ia berharap event tersebut mampu menarik perhatian masyarakat dari luar Berau.

 

“Kita berharap ke depan kegiatan ini tidak hanya menjadi event daerah, tetapi bisa berkembang menjadi event nasional bahkan internasional,” ujarnya.

 

Jika harapan tersebut dapat diwujudkan, Lomba Perahu Panjang bukan hanya menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka di atas sungai. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas budaya Berau kepada masyarakat yang lebih luas.

 

“Dengan begitu, budaya kita semakin dikenal dan sekaligus dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Berau,” pungkasnya.

 

Semangat yang muncul dari Sungai Segah pun menjadi gambaran bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Dengan keterlibatan masyarakat dan generasi muda, warisan leluhur dapat terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan identitasnya.

 

Lomba Perahu Panjang 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang tercepat mencapai garis akhir. Di balik deru dayung dan persaingan di atas air, ada upaya untuk memastikan sebuah tradisi tetap memiliki tempat di tengah masyarakat hari ini, esok, hingga generasi yang akan datang. (sep/FN/Advertorial)