Pesona Laut Berau Ditampilkan dalam Batik Derawan-Maratuan di Panggung Nasional
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Bagaimana jika pesona laut Derawan dan Maratua dituangkan ke dalam kain tenun. Jawabannya ada pada Batik Derawan-Maratua. Sebuah karya yang tak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga membawa cerita tentang biota laut, pesona wisata bahari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Batik tersebut
diperkenalkan di ajang Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026 di
Trans Studio Mall Cibubur, Jakarta, Minggu (27/9/2026) lalu.
Mengusung tema “Batik
Derawan & Maratua Kalimantan Timur”, Batik Derawan-Maratuan menjadi salah
satu cara Berau memperkenalkan kekayaan alam dan budaya daerah melalui karya
pengrajin lokal.
Tak hanya hadir
sebagai produk kerajinan, batik tersebut juga tampil dalam grand final PPBN
2026 melalui perwakilan Kabupaten Berau, Bulqis Sastra.
Pada kesempatan yang
sama, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dekranasda membuka stan yang
menampilkan berbagai produk kerajinan lokal. Batik Derawan-Maratuan menjadi
salah satu produk yang diperkenalkan kepada pengunjung dalam ajang tersebut.
Salah satunya motif
Gusung, yang menggambarkan hamparan pasir putih yang muncul di tengah laut
ketika air surut. Fenomena tersebut menjadi salah satu daya tarik khas kawasan
pesisir Berau.
Kemudian ada motif
Tornado Barracuda. Motif ini terinspirasi dari kawanan ikan barakuda yang
bergerak membentuk pusaran menyerupai tornado di perairan Pulau Maratua.
Kekayaan bawah laut
Berau juga dituangkan melalui motif ubur-ubur tidak menyengat, penyu, dan
tukik. Motif-motif tersebut sekaligus menjadi gambaran kekayaan hayati yang
membuat kawasan Derawan dan Maratua dikenal sebagai salah satu destinasi wisata
bahari di Berau.
Bupati Berau Sri
Juniarsih Mas mengatakan, Batik Derawan-Maratua tidak hanya dibuat untuk
menonjolkan unsur estetika. Lebih dari itu, setiap motif diharapkan mampu
menjadi media untuk menceritakan kekayaan alam Berau.
“Semua motif yang ada
turut berbicara, menceritakan betapa indahnya Maratua dan Pulau Derawan. Jadi
kalau orang datang ke Berau untuk diving atau snorkeling, batik ini menjadi
buah tangan serta kenangan yang memotret keindahan tersebut,” ujar Bupati Sri.
Menurutnya,
pengembangan Batik Derawan-Maratua juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan
budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Wisatawan yang datang
menikmati keindahan laut Berau, misalnya, tidak hanya membawa pulang foto atau
pengalaman menyelam. Batik khas tersebut diharapkan dapat menjadi buah tangan
yang menyimpan cerita tentang destinasi yang pernah mereka kunjungi.
Motif-motif kekayaan
alam itu kemudian dipadukan dengan unsur batik tradisional dan dikerjakan oleh
pengrajin lokal dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.
Dengan tampil di
ajang nasional, Pemkab Berau ingin memperluas pengenalan terhadap produk
kreatif daerah sekaligus membuka ruang promosi bagi potensi wisata Berau.
Namun, ada pesan penting yang menyertai promosi tersebut.
Menurut Sri, semakin
dikenal sebuah destinasi wisata, semakin besar pula tanggung jawab untuk
menjaga alamnya. Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, menurutnya harus
berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kekayaan laut dan
hutan yang selama ini menjadi bagian dari identitas Berau harus tetap
dipertahankan. “Kami ingin memastikan alam tetap terjaga tanpa merusaknya,”
katanya.
Pesan tersebut
menjadi penting karena keindahan yang dituangkan ke dalam motif batik pada
dasarnya merupakan gambaran dari alam yang ingin terus diperkenalkan dan
diwariskan.
Jika Gusung, barakuda, ubur-ubur, penyu, dan
tukik menjadi inspirasi di atas kain, maka kelestarian habitatnya menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari cerita tersebut.
Kegiatan PPBN 2026 turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta, Ketua Dewan Pengawas IPBN Sapta Nirwandar, Ketua Umum IPBN Ayu Dyah Pasha, Ketua Dekranasda Berau Edy Suswanto, jajaran Pemkab Berau, serta pegiat seni dan budaya. Kehadiran Berau di ajang tersebut juga membawa hasil positif, dimana Bulqis Sastra berhasil meraih 4th Winner PPBN 2026.
Capaian itu sekaligus
melengkapi kiprah Berau dalam ajang nasiona. Di satu sisi, Bulqis membawa nama
daerah melalui ajang pemilihan Putra Putri Batik Nusantara. Di sisi lain, Batik
Derawan-Maratua membawa cerita tentang laut, budaya, ekonomi kreatif, dan
pariwisata Berau kepada publik yang lebih luas. (sep/FN/Advertorial)