Diduga Ada Pungli di Area Pelabuhan Laut Sangatta, Dishub Kutim Turunkan Tim
SANGATTA,
Meski pelabuhan Laut Sangatta yang berada di Dusun Kenyamukan Desa Sangatta
Utara, belum juga beroperasi akibat terhambat proses pembangunannya, namun
ternyata kasawan pelabuhan tersebut cukup diminati warga Sangatta untuk datang
berkunjung dan sekedar berekreasi bersama keluarga.
Hal ini terlihat
dari cukup banyaknya warga yang mendatangi area Pelabuhan Laut Sangatta,
terutama pada sore hari dan akhir pekan. Selain hanya menikmati pemandangan
laut lepas dari atas bangunan trestel pelabuhan, ada pula warga yang mencoba
keberuntungan dengan memancing di area pelabuhan yang belum sempurna tersebut.
Tetapi dalam beberapa pekan terakhir ini, kenyamanan
warga yang datang ke area pelabuhan laut Sangatta sedikit terganggu. Hal ini
disebabkan adanya sekelompok oknum warga yang melakukan pungutan uang untuk
masuk ke dalam area bangunan pelabuhan. Bahkan dari informasi yang didapatkan
media, adanya palang-palang portal yang dipasang oknum sekelompok warga
tersebut untuk menghentikan warga yang akan masuk, sehingga membuat warga yang
akan berekreasi ke pelabuhan Sangatta terpaksa membayar retribusi atau pungutan
masuk.
Kepala Dinas
Perhubungan (Dishub) Kutim, Rizali Hadi saat di wawancarai wartawan belum lama
ini, mengatakan, jika dirinya baru
mendapatkan laporan warga terkait aktivitas yang diduga pungutan liar (Pungli)
retribusi masuk ke Pelabuhan Sangatta tersebut. Dirinya menegaskan jika sudah
meminta kepada jajarannya untuk mengecek kepastian adanya tindakan dugaan
pungli retribusi masuk ke pelabuhan tersebut.
Hingga saat ini belum diketahui, siapa yang
melakukan dugaan pungutan, apakah perorangan ataukah ada kelompok
organisasinya, serta tujuannya untuk apa. Jangan sampai warga menduga pungutan
dilakukan oleh Pemkab Kutim atau sudah mendapatkan ijin dari Pemkab Kutim.
Meski untuk melakukan penindakan bukanlah merupakan ranah dari Dishub Kutim,
namun pengawasan area Pembangunan Pelabuhan Laut Sangatta masih menjadi
kewenangan Dishub Kutim. Sementara, jika benar ada kegiata pungli, pihanya
sudah berkoordinasi dengan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang
dikomandoi Polres Kutim.
Dikatakan oleh
Rizali bahwa, keberadaan Pelabuhan Laut Sangatta cukup menjadi magnet dan daya
tarik tersendiri untuk warga Sangatta yang memang sangat haus akan tempat
rekreasi dan hiburan keluarga. Bahkan ada saja oknum warga yang ingin
mendirikan sejumlah bangunan semi permanen di area sisi darat pelabuhan
Sangatta, namun mendapatkan larangan keras dari Pemkab Kutim. (nd/poskotakaltimnews.com)