Berau Coal Dampingi 1.290 Petani Kakao Berau, Perkuat Potensi Ekonomi dari Kebun

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : PT Berau Coal terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat Kabupaten Berau melalui pengembangan sektor pertanian. Salah satunya dengan mendampingi petani kakao agar mampu mengelola kebun secara lebih optimal, mulai dari penanaman, perawatan, hingga perbaikan tanaman yang belum produktif.

 

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Berau Coal tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan budidaya. Upaya ini dilakukan agar petani dapat mengembangkan potensi kakao sebagai salah satu sumber ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

 

Program yang dijalankan melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) tersebut menjangkau petani yang baru memulai budidaya maupun petani lama yang membutuhkan pendampingan untuk memperbaiki kondisi kebunnya.

 

Berdasarkan data perusahaan, sejak Januari hingga 22 Oktober 2026, sebanyak 1.290 petani kakao telah mendapatkan pendampingan melalui program tersebut. Pengembangan kakao sendiri mulai dilakukan secara lebih terarah sejak 2024.

 

Dalam pelaksanaannya, PT Berau Coal memberikan pendampingan sesuai kebutuhan petani. Bagi petani baru, kegiatan diawali dengan sekolah lapang yang mengajarkan teknik budidaya kakao berdasarkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP).

 

Petani mempelajari tahapan penanaman dan pemeliharaan tanaman agar dapat menerapkan praktik budidaya yang lebih baik. Setelah mengikuti sekolah lapang, mereka juga memperoleh dukungan berupa bibit kakao bersertifikat, bibit tanaman penaung, pupuk, dan dolomit.

 

Pendampingan kemudian dilanjutkan melalui pemantauan langsung oleh tim YDBBC. Perkembangan tanaman diperiksa secara berkala untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus membantu petani mengatasi kendala yang muncul selama proses budidaya.

 

Sementara itu, bagi petani yang telah memiliki kebun kakao tetapi belum berkembang secara optimal, PT Berau Coal menjalankan pendampingan melalui program rehabilitasi dan peremajaan tanaman.

 

Petani mendapatkan pembelajaran mengenai teknik perawatan kebun, mengikuti sekolah lapang, serta memperoleh kunjungan langsung dari tim pendamping. Dukungan sarana produksi pertanian dan pupuk juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pemeliharaan tanaman.

 

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mendorong petani agar tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menerapkan teknik budidaya yang tepat dalam pengelolaan kebun sehari-hari.

 

Manfaat pendampingan dirasakan Agustinus Burman, petani kakao di Kampung Suaran yang telah mengelola kebun bersama istrinya, Isadora, sejak 2010. Melalui sekolah lapang dalam program rehabilitasi kakao, Isadora memperoleh pengetahuan baru mengenai perawatan tanaman, termasuk teknik sambung samping untuk mendukung perbaikan dan peremajaan tanaman.

 

Pengetahuan tersebut menjadi tambahan bekal bagi mereka dalam mengelola kebun kakao yang telah dirawat selama bertahun-tahun.

 

“Program ini sangat bagus dan membantu meningkatkan kualitas kebun kami. Kami mendapatkan ilmu baru tentang cara merawat kakao, termasuk teknik sambung samping. Harapannya, Berau Coal dapat terus mendampingi kami sebagai petani,” ujar Isadora.

 

Bagi petani, pendampingan menjadi kesempatan untuk mempelajari teknik yang dapat diterapkan langsung di kebun. Dengan perawatan yang lebih terarah, petani diharapkan mampu memperbaiki kondisi tanaman dan mengoptimalkan potensi kebun yang dimiliki.

 

Dukungan serupa juga dirasakan Ferdinandus Seman (49). Ia menerima bantuan sarana produksi pertanian dan pupuk, sekaligus mengikuti sekolah lapang serta mendapatkan pendampingan langsung dari tim YDBBC mengenai teknik perawatan dan perbaikan kebun.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Berau Coal atas bantuan yang diberikan. Saya sangat bersyukur karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kalau harus membeli sendiri, biayanya juga lumayan,” ungkap Ferdinandus.

 

Bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan petani dalam merawat tanaman. Di sisi lain, pendampingan teknis memberikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun.

 

Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan pengembangan kakao merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung penguatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.

 

“Melalui program ini, kami ingin mendukung petani agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola kebun kakao,” ujar Reza.

 

Ia menambahkan, keterlibatan aktif petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Karena itu, petani didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pendampingan dalam kegiatan budidaya sehari-hari. Menurut Reza, peningkatan kemampuan petani dalam mengelola kebun menjadi bagian penting dari upaya mengembangkan potensi kakao di Kabupaten Berau.

Melalui program ini, PT Berau Coal berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu petani memperbaiki praktik budidaya, meningkatkan kapasitas pengelolaan kebun, serta mengembangkan potensi kakao secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Berau. (sep/FN)