Polisi Kantongi Identitas Pencuri Meteran Air Pelanggan PDAM Balikpapan

img

BALIKPAPAN, Kasus pencurian meteran air pelanggan PDAM Balikpapan sudah dilaporkan ke Polres Balikpapan. Pelaku pencuri meteran air itu sendiri informasinya segera terungkap. Sebab sudah ada titik terang hasil patroli serta razia yang telah dilakukan aparat Kepolisian. 

"Salah satunya ciri-ciri pelaku sudah dikantongi tinggal kami beku pelakunya,’’ kata Paur Subbag Humas Polresta Balikpapan, Iptu D Suharto.

Ditanya kemungkinan ada kerjasama antara pelaku pencurian meteran air dengan pihak PDAM sendiri, Suharo mengaku hal itu masih didalami. 

"Hal itu bisa saja terjadi walupun kecil kemungikann. Tapi kalau soal meteran air harganya memang tinggi, bisa saja terjadi kesepakatan antara pelaku pencurian dengan orang dalam tertentu untujk kemudian menjual kembali meteran itu ke pihak PDAM walaupun diluar Balikpapan," tandasnya. 

Masih menurut Suharto, hasil dari pemantauan CCTV yang merekam proses pencurian, pelaku terlihat sangat menguasai seluk beluk meteran dan lokasi di mana meteran diletakkan, ini artinya pelaku termasuk ahli. 

‘’Dari 200 laporan kasus pencurian meteran, di lokasi selalu terjadi mati air, selain itu dalam melakukan aksinya, tidak memakan waktu lama. Lokasi tempat meteran dipasang sepertinya sudah diketahui ini mengindikasikan. Sebelum pelaku beraksi dia sudah lebih dulu mengincar tempat meteran berada dan keberadaan pemilik rumah disamping saat itu air padam,’’ ungkapnya. 

Sementara itu, Dirut PDAM Balikpapan, Haidir Effendi menjelaskan kepada perihal kasus  pencurian meteran air bagi sejumlah pelanggan PDAM, diserahkan sepenuhnya melalui penanganan aparat Kepolisian. 

"Biarlah kepolisian bekerja mengungkap kasus tersebut," tandasnya.

Tentang investigasi di internal PDAM, Haidir menyatakan kalau hal itu tidak dilakukan. "Kami tidak melakukan pemerinksaan internal," lanjutnya.(max-poskotakaltimnews.com)