Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asuransi Jiwasraya
(Kejagung tetapkan satu tersangka terkait kasus Jiwasraya)
JAKARTA, Kejaksaan
Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka dalam pusaran kasus dugaan
korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada Senin (12/10).
Tersangka yang
dijerat adalah Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa atau PT HD Capital,
Piter Rasiman.
"Telah
menetapkan tersangka atas nama PR selaku pihak swasta," kata Kepala Pusat
Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono kepada warawan di Gedung
Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta.
Dia menuturkan bahwa penetapan tersangka itu
dilakukan usai penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus melakukan
serangkaian pemeriksaan dan pengembangan kasus yang berkaitan.
Tersangka pun langsung ditahan oleh
penyidik usai ditetapkan sebagai tersangka. Dengan tangan terborgol dan
mengenakan rompi pink, tersangka dibawa masuk ke dalam mobil tahanan dari
Gedung Bundar Kompleks Kejagung.
Dia ditahan selama 20 hari di Rumah
Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Sebagai informasi, Kejagung telah
menetapkan sejumlah tersangka dalam pusaran kasus ini sejak Februari lalu.
Beberapa diantaranya telah masuk persidangan.
Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi
Jiwasraya Hary Prasetyo dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto
dituntut oleh Jaksa dengan pidana penjara seumur hidup. Kemudian, mantan
Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dituntut pidana 20 tahun
penjara atas kasus yang sama.
Sedangkan untuk mantan Kepala Divisi
Investasi dan Keuangan PT AJS Syahmirwan dituntut dengan 18 tahun bui dan
pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.
Pemerintah juga bakal menyuntikkan dana
Rp22 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai bentuk tanggung jawab
dalam menangani masalah yang mendera PT Asuransi Jiwasraya.
Penyuntikan modal sebesar Rp22 triliun
musti dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap 2,63 juta nasabah. Kata
dia, lebih dari 90 persen nasabah adalah pemegang polis program pensiunan dan
masyarakat kelas menengah ke bawah.(sumber:CNNIndonesia.com)