Dinkes Kukar Terus Optimalkan Puskemas, Pusban dan Polides
TENGGARONG, Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara terus melangsungkan program
profesionalisme pelayanan kesehatan di 18 Kecamatan. Bahkan berbagai program
menyentuh optimalisai kemajuan puskesmas, pusban dan polides.
Hal ini disampaikan
Kepala Dinkes Kukar, Koentijo W, belum lama ini.
Tujuanya yakni untuk
mendukung penuh pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) termasuk
didalamnya upaya nyata menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
"Langkah ini,
bagian yang terpenting adalah upaya nyata melakukan penekanan angka kematian
ibu dan bayi di Kabupatan Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Katanya untuk menunjang
hal itu, diperlukan tenaga kesehatan yang cakap dan terampil semua wilayah
Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk Pusban sendiri di Kabupaten Kutai
Kartanegara berjumlah 173 pusban.
"Itu tersebar di
237 desa atau kelurahan se-Kukar, Dengan optimalisasi tenaga kesehatan di 200
Pusban. Sedangkan sisanya merupakan Pusban diwilayah Perkotaan. Kalau di
Tabang, desanya hanya terdiri 20-30 orang, tinggal dikelompokkan saja.
Tenaga kesahatan yang ada di Pusban atau membawahi desa bisa langsung bergerak
memberikan pelayanan kesehatan. Melalui cara ini bisa menurunkan angka kematian
ibu dan bayi dengan cepat," tuturnya.
Disampaikan pula, dengan
semakin banyak terdistribusi tenaga kesehatan, ini akan semakin mempercepat
proses terwujudnya Desa Mandiri. Yang terpenting, akan memberikan
kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di
desa. "Saya ingin puskesmas bukan jadi tumpuan akhir, tumpuan
awalnya pusban karena di Kukar berbeda dengan Samarinda dan Balikapapan, antar
desa satu dengan desa lainnya jaraknya jauh,” tukasnya.
Dia berharap dengan
terpenuhi satu desa satu bidan, jelas memberikan kontribusi positif dalam hal
membantu proses persalinan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
“Sekarang pusban dan
puskesmas tenaga kesehatan dipenuhi sesuai standar,” lanjutnya.(dp-poskotakaltimnews.com)