Dewan Kukar Berharap Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

img

Saparuddin Pabonglean

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Jumlah pengangguran di Kukar mencapai 5,70 persen, dari jumlah penduduk 729.382 jiwa pada 2020. Angka pengangguran di Kukar setiap tahunnya alami penurunan. 

 Anggota DPRD Kukar Saparuddin Pabonglean mengatakan bahwa upaya pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran patut didukung.

Saparuddin Pabonglean mengatakan, upaya pemeritah daerah dalam menangani pengangguran, apalagi ditengah pandemi Covid-19 banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

"Hal ini menjadi dilematis, karena angka pengangguran bisa bertambah apabila perusahaan lakukan PHK, tentunya pemerintah jangan tinggal diam saja" ucap Saparuddin Pabonglean kepada Poskotakaltimnews, Jum'at (19/11/2021).

Menurutnya, selain itu juga dalam mengatasi permasalahan tersebut, seharusnya perusda yang ada di Kukar lakukan rekrutmen tenaga lokal, agar putra putri daerah dapat kesempatan bekerja. 

"Kita juga pernah menggodok Perda yang berkaitan dengan perhitungan tenaga kerja lokal atau pemberdayaan tenaga lokal, itu memang wajib, bukan menutup orang luar untuk bekerja di Kukar, namun prioritaskan lah tenaga lokal" sebutnya.

Lanjut dia, selain perusda, banyak masyarakat juga yang buka usaha untuk mengurangi angka pengangguran, dalam hal ini pemerintah daerah mendukung dari sisi permodalan, pemerintah daerah saat ini telah melaunching program Kredit Kukar Idaman, program tersebut ditujukan untuk para pelaku UMKM Kukar. 

"Kredit Kukar Idaman ini tanpa bunga yakni 0 persen. Semoga program KKI tepat sasaran, dan bisa menumbuhkan putaran ekonomi di Kukar, jika putaran ekonomi di Kukar berjalan baik, pelaku usaha tersebut bisa membuka lapangan pekerjaan" tutupnya.(*riz/adv)