Anak Putus Sekolah Harus jadi Perhatian Pemerintah
Saparuddin Pabonglean, Anggota DPRD Kukar.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Permasalahan anak putus sekolah di Kutai Kartanegara perlu menjadi perhatian
pemerintah daerah melalui OPD yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Kukar.
Menurut Anggota DPRD Kukar Saparuddin
Pabonglean, permasalahan tersebut tidak bisa dipungkiri, sebab hingga saat ini
masih ada anak anak yang putus sekolah. Dalam hal ini pemerintah telah berupaya
keras menangani permasalahan anak putus sekolah, mulai membuat Perda bebas
pekerja anak, pendidikan wajib 9 tahun, dan lainnya.
"Kebanyakan penyebab dari anak putus
sekolah ialah faktor ekonomi dan geografis jangkauan akses pendidikan terlalu
jauh" kata Saparuddin Pabonglean, belum lama ini
Sehingga, sambung dia, hal itu masih terjadi, namun di Kukar masih terbilang minim persentasenya yang berkaitan dengan anak putus sekolah.
Ia juga menyebutkan, program program
pemerintah daerah seperti beasiswa harus terus berlanjut, karena bantuan
beasiswa sangat dibutuhkan masyarakat untuk keperluan anak sekolah, kemudian
pemerintah juga harus mensosialisasikan betapa pentingnya dunia pendidikan.
"Tentunya dunia pendidikan sangat
berpengaruh dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), seharusnya kita mampu
bersaing dengan orang luar untuk Ibu Kota Negara (IKN) Baru" ucapnya
Sementara itu Kepala Disdikbud Kukar Tauhid
Afrilianoor mengakui, di Kukar masih ada anak yang putus sekolah, dari hasil
data Disdikbud 2020 bahwa, anak putus sekolah tingkat SD ada 65 orang, yang
mengulang sekitar 1.578, untuk tingkat SMP ada 68 orang, yang mengulang ada 131
orang.
"Sementara SMA ada 33 orang, yang
mengulang 51 orang, sedangkan SMK 57 orang sedangkan yang mengulang 103
orang" ujar Tauhid Afrilianoor
Lanjut dia, Disdikbud berkomitmen dalam
menangani permasalahan tersebut dengan berbagai upaya, memberikan program
beasiswa, menyediakan sekolah paket, dan lain sebagainya.
"Di Kukar penyebab anak putus sekolah
rata rata dari faktor ekonomi, maka dari itu program beasiswa terus kami
lakukan untuk membantu masyarakat yang perekonomiannya kurang dalam mencukupi
keperluan sekolah" pungkasnya.(*riz/adv)