Antisipasi Kasus PMK, Kutim Batasi Lintas Ternak, Siapkan 10 Ribu Vaksin
Dyah Ratnaningrum
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SANGATTA-Kadistanak Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum mengatakan Kutim masih aman dari Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saat ini Kota Bontang dan Kabupaten Berau sudah terjangkit PMK.
"Kita masih terus lakukan upaya agar Kutim aman dari PMK," ungkap Dyah kepada awak media di Kantor Dinas Koperasi Kutim.
Sampai saat ini ia terus memantau kesehatan hewan ternak di wilayahnya. Dinas pertanian tidak sendiri, ia bersama stekholder yang lain bersama-sama mengamankan Kutim untuk zero PMK.
"Kami bersama-sama satgas PMK untuk terus mengawal agar mempertahankan zero dari PMK," ujarnya.
Lebih lanjut menurut Dyah, langka pertama yang dilakukan bersama timnya adalah melakukan ppenyemprotan area kandang dengan disinfektan.
Selain itu, pihaknya juga membatasi lalu lintas hewan ternak. Sebab PMK ini mudah sekali menular.
“Pembatasan lalu lintas ternak dari luar Kutim kami perketat. Kemarin kami juga ke Dinas Pertanian Propinsi tetap masih membatasi lalu lintas hewan,” ungkap Dyah.
Selain itu, Dyah menambahkan sapi yang khusus di potong hanya boleh satu minggu. "Sapi yang khusus dipotong tidak boleh dipelihara. 1 minggu harus dipotong," Imbuhnya.
Ia terus melakukan vaksinasi ke ternak yang ada di Kutim. Setidaknya ia menyediakan 10.000 dosis vaksin.
"Sampai hari ini kami baru melakukan vaksinasi sebanyak 7000 dosis. Targetnya bulan Desember 10.000 dosis," tandasnya.(adv)