2804 Pekebun Ikuti Sekolah Lapang, Disbun Kutim Berharap Pemahaman Berkebun yang Baik dan Benar

img

Kabid Perlindungan Disbun Kutim Didik Prayitno

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SANGATTA-Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim dukung peningkatan keterampilan pekebun di Kutim. Melalui program sekolah lapang, Disbun memberikan pahaman tentang praktek berkebun yang baik dan benar. 

"Kami menggelar Sekolah lapang bagi pekebun tujuannya agar mereka memahami cara berkebun yang baik," ungkap Kabid Perlindungan Disbun Kutim Didik Prayitno kepada media ini. 

Kegiatan ini mengundang antusias pekebun. Setidaknya ada 2804 pekebun yang menjadi peserta. 655 mereka berasal dari Kecamatan Kombeng, 1429 pekebun berasal dari kecamatan Muara Wahau. 

"Hampir 27 persen adalah perempuan. Ini bagus, setidaknya ada dari mereka untuk belajar berkebun yang baik," ujarnya. 

Pelatihan ini berasal dari 39 titik dari 2 kecamatan. Materi yang disampaikan ada 22 materi pokok. Mereka didampingi dan difasilitasi oleh perusahaan pupuk, perbankan dan perusahaan swasta lainnya. 

"Kegiatan ini kami di suport oleh perusahaan swasta, dan juga koperasi jasa mutiara kombeng," terangnya. 

Nantinya, peserta akan mendapatkan beberapa insentif menarik. Seperti petani mendapatkan harga grosir untuk pembelian pupuk. Tentunya harga grosir inj sangat membantu petani. 

Selain itu, peserta sekolah lapang juga memperoleh verietas bibit dan perbaikan infrastruktur yang ada hubungannya dengan perkebunan. 

"Petani juga mendapatkan penerima buah 100 persen, tanpa grading jadi semua hasil petani di tampung," tuturnya. 

Seperti diketahui, Grading merupakan pengelompokan buah berdasarkan tingkat keseragaman. Buah dipisahkan sesuai gradenya. Bisa berdasarkan beratnya, yaitu grade A = > 450-550 g, B = 350 - <450 g, dan C = 250 - < 350 g.(adv)