Kondisi Jalan Mantap Sudah 77,41 Persen
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA– Empat tahun masa
kepemimpinan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi kondisi jalan mantap di
Kaltim terus meningkat. Seperti diketahui, pada awal periode keduanya memimpin
Benua Etam, Oktober 2018, kondisi mantap jalan provinsi baru sekitar 50% dari
total panjang 895 km. Separuh lainnya masih dalam kondisi rusak berat dan rusak
ringan.
“Saat masuk masa jabatan Gubernur Isran Noor
dan Wagub Hadi Mulyadi, penanganan jalan provinsi itu kemudian menjadi program
prioritas,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan
Rakyat (PUPR dan Pera) Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda didampingi
Plt Kepala Bidang Bina Marga, Hariadi, Minggu (27/11/2022).
Pembangunan infrastuktur menjadi misi ketiga
dari visi Kaltim Berdaulat, yaitu “Berdaulat dalam memenuhi kebutuhan
insfrastruktur kewilayahan”. Karena itu,
meski selama dua tahun lebih harus bergelut menghadapi serangan pandemi
Covid-19 dengan berbagai dampak refocusing anggaran, duet pemimpin Kaltim ini
tetap memberi perhatian besar untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan
dan jembatan.
Hal ini bisa dilihat dari kondisi kemantapan
jalan provinsi (jalan yang menjadi kewenangan provinsi) pada akhir 2021 yang
sudah mencapai 75,2%. Akhir tahun 2022
ini, kondisi jalan mantap sudah berada pada posisi 77,41% dari target 76%.
“Akhir tahun 2023 berdasarkan rencana
penanganan yang akan kami laksanakan, diperkirakan kemantapan jalan provinsi
bisa tembus hingga 82%,” yakin Nanda, sapaan akrabnya.
Dalam posisi 77% saat ini, berarti terdapat
692 km kondisi jalan provinsi yang sudah mantap. Sisanya masih ada rusak ringan
dan rusak berat. Jika realisasi bisa
mencapai 82% di tahun 2023, maka berarti ada 711 km kondisi jalan provinsi yang
sudah mantap. Sisanya 184 km kondisi jalan masih rusak ringan dan rusak berat.
“Untuk jalan provinsi, sampai akhir 2021,
jalan beton yang sudah dibangun sepanjang 249 km. Sedangkan jalan aspal
sepanjang 475 km,” beber Nanda.
Secara visual dijelaskan Nanda ruas-ruas
jalan provinsi yang sudah dilakukan peningkatan kualitas menjadi mantap. Antara
lain jalur Samarinda menuju Kecamatan Sebulu di Kabupaten Kutai Kartanegara
sepanjang 67 km.
“Sekarang sudah lumayan bagus, dan 2023
insyaallah tuntas. Dulu, jalan ke sana susah sekali dilewati,” ucap Nanda.
Berikutnya, jalur Samarinda – Palaran –
Sangasanga – Muara Jawa – Samboja (pesisir). Kondisi sekarang sebagian beton
dan sebagian lainnya aspal. Kondisinya
hampir mulus secara keseluruhan. Ditargetkan tahun 2023 semua mulus tuntas.
Kemudian jalur Simpang Tiga Samberah - Muara Badak juga sudah dalam kondisi hitam mulus dengan aspal.
Demikian juga Samarinda – Anggana.
“Memang ada longsoran di sana. Insyaallah
secara terukur dan terencana akan kami tangani pada 2023,” jelasnya.
Jalan provinsi lainnya yang juga sudah mulus
dan nyaman dilalui adalah Simpang km 38 Samboja – Sepaku – Petung sepanjang
103,9 km. Status jalan ini tahun depan akan beralih menjadi jalan nasional. Ibu
Kota Nusantara (IKN) berada di sekitar pertengahan jalur tersebut. Di sini,
kontribusi APBN masuk dari Simpang km 38 hingga Simpang ITCI dan Simpang Rico.
Sementara APBD Provinsi Kaltim digelontorkan dalam proyek tahun jamak untuk
membangun jalan dari Simpang Rico (Jembatan Pulau Balang) hingga Petung
sepanjang 30,42 km.
“PR kami hingga akhir masa jabatan Gubernur
dan Wagub, yang sekitar 18 persen itu adanya di utara. Antara Kaliorang -
Talisayan - Tanjung Redeb. Jalur itu
total panjangnya 400 km. Paling berat di Kaubun (Kutai Timur) - Talisayan
(Berau). Untuk Kaliorang - Kaubun insyaallah tuntas tahun 2023,” papar Nanda
lagi.(mar)