Antisipasi Bencana si Jago Merah di Kutai Timur, Disbun Gelar Bimtek Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun

img

Kabid Perlindungan Disbun Kutim Didik Prayitno

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SANGATTA- Dinas Perkebunan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun pada Senin (28/11/2022). Bimtek ini sebagai langkah untuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran lahan dan kebun di Kabupaten Kutai Timur.

Ditemui di Ruang Kerjanya, Kantor Dinas Perkebunan, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan Kutai Timur Didik Prayitno mengatakan bahwa setiap kabupaten/kota memiliki langkah pengendalian kebakaran masing-masing.

"Sebenarnya mulai Nasional, sudah ada yang namanya brigade di sub sektor perkebunan. Di provinsi dan kabupaten/kota pun demikian," ungkapnya.

Dengan dilaksanakannya bimtek pada hari ini, semua peserta diharapkan mampu merefresh kembali berbagai fungsinya ketika terjadinya bencana. Mereka harus bisa mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran lahan dan kebun di Kabupaten Kutai Timur.

"Beberapa tahun terakhir karena berbagai hal, bimtek seperti ini belum bisa kita gelar. Meskipun mereka sudah pernah mengikuti bimtek, namun tetap saja harus direfresh kembali dengan perkembangan dan aturan yang baru," jelasnya.

Bimtek ini akan mengingatkan tugas para peserta ketika berada di lapangan. "Kita ingin 15 orang itu bisa ingat bagaimana caranya menggunakan peralatan dan sebagainya. Tujuannya agar mereka sigap dalam penanganan kebakaran di lahan dan kebun," terangnya.

Namun pelatihan yang paling penting lanjut Didik, yaitu simulasi menangani kebakaran yang akan diadakan besok pagi. "Simulasi ini agar anggota brigade bisa menerapkan posisinya jika ikut terlibat dalam penanganan kebakaran," paparnya.

Keterampilan mereka saat menyiapkan regu, menyiapkan selang air kemudian mengendalikan kebakaran itu harus benar-benar diasah melalui simulasi ini. "Mereka harus bisa memposisikan diri dan mengatur alat-alat pengendali kebakaran agar dapat siap pakai lagi," katanya.

"Jika keterampilan itu sekian lama nggak direfresh dan diingatkan kembali, bisa jadi masalah. Ketika diperlukan saat kejadian dan mereka nggak sigap, kan bahaya. Makanya, besok kita adakan simulasi," sambungnya.

Nantinya, simulasi ini akan melibatkan kawan-kawan di Manggala Agni dari Kementerian LHK. "Karena mereka sudah punya keterampilan. Kebetulan lokasinya nggak terlalu jauh, posnya di Sangkima. Mereka akan memberikan pemahaman pada para peserta yang hadir," tutupnya.(adv)