Disbun Kutim: 90 persen Karhutla Ulah Manusia

img

Kabid Perlindungan Disbun. Didik Prayitno

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SANGATTA-  Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ) mengungkapkan penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di wilayahnya. Hal itu, disampaikan Kabid Perlindungan Disbun Didik Prayitno terkait penurunan Kebakaran Lahan Dan kebun di tahun ini.

"Kami dapat menyampaikan 90 persen karhutla disebabkan ulah manusia," ungkapnya saat wawancarai di ruang kerjanya, Selasa ( 29/11/2022 ).

Menurutnya, karhutla di Kutim dapat dilihat dari data BMKG. Informasi tersebut hotspot (titik api)  memiliki potensi karhutla.

"Dari satelit bisa terlihat hotspot yang berpotensi karhutla," ujarnya.

Ketika ditanya jumlah atau luasan karhutla. Pihaknya tidak mengetahui pastinya.

"Kami tidak ingat berapa jumlah luasan karhutla di Kutim, yang jelas sangat berdampak kepada kebun dan hutan kita," tandasnya.

Pasalnya asap yang menyebar dari karhutla dapat menyebabkan berbagai penyakit. Seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan membuat jarak pandang semakin berkurang dikarenakan timbulnya kabut asap.

“Dampak karhutla lainnya adalah melumpuhkan perekonomian karena adanya kabut asap. Sehingga berbagai upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan harus ditingkatkan, juga sangat perlu perhatian yang besar," terangnya.

Berdasarkan data BMKG, puncak kemarau di Kutim jatuh pada Agustus. Hal itu berarti kemungkinan Karhutla pasti akan banyak terjadi. Untuk itu, perlu ada upaya maupun langkah yang konkret dalam mewaspadai kemungkinan terjadinya Karhutla.(ADV)