KPK Bidik Tim Pengendali Proyek di Kukar
JAKARTA-Komisi
Pemberantasan Korupsi mengakui adanya peran tim 11 dalam kasus gratifikasi yang
menjerat Bupati Kukar, Rita Widyasari.
Informasi
didapatkan, tim 11 tersebut adalah kelompok di lingkaran Rita yang terdiri dari
11 orang dengan beragam latar belakang. Tim itu disebut berada di balik layar
yang mengendalikan roda pemerintahan di Kukar. Bahkan tim ini disebut-sebut
menjadi pengendali dan menentukan anggaran proyek-proyek besar dan kebijakan
perizinan di wilayah Kukar.
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengakui institusinya mendeteksi ada peran tim tersebut dalam kasus dugaan gratifikasi senilai Rp6,97 miliar yang diduga diterima Rita. Hal ini ditandai dengan turut ditetapkannya Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin, sebagai tersangka penerima suap.
"Tim
11 yang dipimpin KHR (Khairudin) dan itu sebabnya kalau rekan-rekan menyimak,
bahwa untuk gratifikasi (diterapkan) Pasal 12B (ini), RIW (Rita Widyasari)
selaku bupati bersama dengan KHR menerima gratifikasi," kata Basaria di
kantornya, Kamis malam, 28 September 2017.
Basaria
mengatakan KPK akan terus mengusut kasus ini. Tak menutup kemungkinan
ada pihak lain yang akan menyusul sebagai tersangka, terlebih pihak-pihak
yang berada di Tim 11.
"Tim
11 sudah pasti perannya. Karena kami lihat di sini sebagai ketuanya dan
pendukung, KHR kami tetapkan menjadi salah satu penerima gratifikasi juga.
Sehingga pengembangan masih sangat mungkin," kata Basaria.
Basaria
menambahkan, selain mendalami pihak penerima gratifikasi lain, tim penyidik KPK
juga mengusut pihak-pihak yang diduga memberikan gratifikasi kepada Rita.
Dalam
rangka itu, tim KPK menggeledah sejumlah kantor kepala dinas di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sejak Selasa, 26 September sampai Kamis,
28 September 2017.
Dari
lokasi-lokasi tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen berupa catatan
keuangan, serta dokumen yang berkaitan dengan proyek-proyek di Kutai
Kartanegara.
"Ada
beberapa prediksi diberikan kepala dinas yang berada di sana. Jadi untuk
pengembangan itu sudah sangat-sangat mungkin," kata Basaria.vc/pk.