Dampak Jembatan Sambaliung Ditutup, Banyak Pelajar Terlambat Sekolah

img

Sejak jembatan Sambaliung ditutup warga menggunakan akses kapal penyeberangan.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Saat ini masyarakat Kabupaten Berau, khususnya masyarakat sekitar Sambaliung dan juga Tanjung Redeb merasakan dampak ditutupnya jembatan Sambaliung.

Jembatan Gantung Sambaliung, selama ini sebagai jembatan penghubung antara Kecamatan Tanjung Redeb dengan Kecamatan Sambaliung dan juga Kecamatan yang ada didaerah pesisir.

Dampak penutupan jembatan, sangat dirasakan oleh para pelajar dan juga para Guru, yang mengakibatkan terlambatnya masuk ke sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Wilayah VI, Junita Sari, mengatakan, ia telah berkoordinasi dengan Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Berau, untuk menyediakan speedboat khusus untuk pelajar.

Pihaknya juga berpesan kepada pada guru untuk memberikan toleransi kepada siswa/siswi apabila ada yang mengalami keterlambatan ketika masuk sekolah.

“Untuk para pelajar tidak perlu khawatir, saat ini ada mobil dinas guru yang siap antar jemput kesekolah dari Dermaga Sambaliung, sedangkan  untuk Dermga Sanggam, saya wajibkan orang tua yang antar jemput,” ujarnya.

Proses pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka, karena pelajar yang melakukan penyebrangan tidak terlalu banyak dan juga para pelajar menolak untuk pembelajaran online.

“Kalau pelajar yang menyebrang malah sedikit, justru guru-guru dari Tanjung Redeb yang banyak mengajar di sekolah Sambaliung,”ucapnya.

Pihaknya berharap, kepada seluruh masyrakat untuk bersabar, hingga jembatan bisa digunakan kembali (sep/ima)