Pentingnya Pendidikan untuk Pengentasan Kemiskinan Kukar
Plt
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Sektor pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
dan pengentasan kemiskinan. Di Kukar masih terdapat anak anak yang putus
sekolah, hal ini harus dicari tahu penyebabnya dan menjadi perhatian bersama.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna mengatakan, berdasarkan hasil riset
melalui Badan Riset Daerah (Brida) Kukar bahwa, ada satu variabel yang harus
ditindaklanjuti terkait dengan culture (budaya) masyarakat dalam hal ini putus
sekolah.
"Sebenarnya ada beberapa titik atau
lokus yang disampaikan oleh hasil penelitian itu salah satunya mereka tidak mau
sekolah, kita harus cari tau penyababnya mereka putus sekolah ini apa,"
kata Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews, di ruang serbaguna Kantor Bupati
Kukar, Selasa (27/6/2023).
Dengan mereka yang putus sekolah, dapat
berpengaruh terhadap angka kemiskinan di Kukar, sebab angka kemiskinan salah
satu variabelnya yakni bidang pendidikan.
"Maka dari itu hal ini lebih diperdalam
dan detail, dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD), sehingga bisa mengetahui
penyebabnya mereka putus sekolah karena apa," sebutnya.
Sementara pemerintah daerah terus berupaya
menurunkan angka kemiskinan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melaksankan
program yang terdapat pada Aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK).
"Di dalam aplikasi RBPK ada 15 program
sasaran, yang dikolaborasikan dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di
Kukar," ucapnya
Ia menyebutkan, 15 program tersebut ialah
program sanitasi aman, yok baiki rumah, program air bersih, keaksaraan dasar.
Kemudian keaksarahan usaha mandiri, kecakapan hidup, kesetaraan kejar paket A B
C, bantuan disabilitas, bantuan pangan, dan masih banyak lainnya.
"Melalui program ini, diharapkan bisa
efektif dalam pengentasan kemiskinan, karena di dalam program itu sudah ada
sasaran calon penerima program itu sendiri," ungkapnya.(riz/adv)