Pemkab Siapkan Dana Rp170 Juta untuk Pengadaan Kapal Tangani Sampah di Sungai Berau

img

Bupati memberikan bantuan tempat sampah kepada PKL berjualan ditepian sungai

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Langkah awal menata kawasan tepi Sungai khususnya dalam mengatasi keberadaan sampah, Pemkab Berau adakan kapal pengangkut sampah.

Kapal tersebut akan digunakan untuk membersihkan semua sampaih yang ada disekitar pinggir sungai ditepian Pelabuhan.

Hal ini disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Ia juga mengatakan bahwa perlu ada edukasi untuk mengingatkan masyarakat terutama agar tidak sembarangan dalam membuat sampah, termasuk kesadaran masyarakat sekiranya saat ada sampah bisa bertanggung jawab masing-masing untuk membuang sampahnya ke tempat sampah.

“Semoga kedepan dengan keberadaan Kapal Sampah menjadi langkah awal menata wajah kota untul lebih baik khususnya dikawasan Tapian Sungai,”jelas Bupati Sri Juniarsih baru-baru ini.    

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana baru-baru menyampaikan bahwa untuk mengatasi banyaknya sampah yang menumpuk di pinggir sungai Segah dan Kelay di daerah perkotaan membuat pemandangan tidak enak adanya.

“Berau siapkan kapal diperuntukkan untuk menangani sampah yang ada. Saat ini masih dalam tahap lelang pengadaan barang tersebut. Diakui pihaknya mengusulkan dua unit tapi hanya disetujui satu unit saja,”jelasnya.

Dan pengadaan tersebut tambahnya, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), nilainya sekitar Rp 170 juta. Sementara untuk biaya pengoperasian kapal pengangkut sampah tersebut akan didukung dari APBD Perubahan 2023. “Walaupun awalnya kami mengajukan dua unit tapi hanya satu saja yang dilelang. Mudah-mudahan sisanya bisa dianggarkan tahun depan,” ungkapnya.

Lanjutnya, memang untuk satu unit kapal saja tidak bisa mengakomodir sampah-sampah yang menumpuk di pinggir sungai. Namun, setidaknya dapat memudahkan petugas untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang kebersihan, khususnya di area sungai. “Paling tidak idealnya ada 4 kapal pengangkut sampah agar penanganan dapat berjalan optimal,” bebernya.

Nantinya sampah-sampah tersebut akan dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga. Setelah sebelumnya dipilah sampah-sampah yang masih dapat diolah dan bernilai ekonomis. Sisanya yang tidak dapat didaur ulang akan dibawa ke TPA.

“Insya Allah SDM untuk membawa kapal itu juga sudah ada. Tinggal penyedia memberikan pelatihan pengoperasiannya saja. Jadi kalau kapal sudah datang bisa langsung beroperasi, sekitar bulan September mendatang,” sebutnya. Mustakim berharap, dengan adanya kapal pengangkut sampah di sungai ini dapat membantu memaksimalkan penanganan sampah di Bumi Batiwakkal. (sep/adv)