Tahun Ini Pemkab Kukar Bangun 11 Kilometer Saluran Irigasi
Pembangunan dan normalisasi irigasi Pemerintah Kutai Kartanegara
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Pemeritah Kabupaten Kutai Kartaneara tahun ini (2023-res) membangun dan
melakukan normalisasi irigasi sepanjang 11 Kilometer (Km) yang tersebar di lima
kecamatan di Kutai Kartanegara. Pembangunan irigasi tersebut dilakukan untuk
mendorong percepatan peningkatan pada sector pertanian.
Program pembangunan irigasi masuk dalam skala
prioritas Pemkab Kukar yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJM) 2021-2026 Kukar, yang ditargetkan mencapai 77,02 Km.
Kepala Distanak (Dinas Pertanian dan
Peternakan) Kukar Muhammad Taufik, melalui PPTK bagian Irigasi dan Pintu Air
Distanak Kukar Suryadi menyebutkan pelaksanaan pembangunan dan normalisasi
sepanjang 11 Km hingga saat ini masih terus berprogres.
"Saat ini masih dalam proses pengerjaan
dan sampai dengan bulan ini sudah terealisasi 4-5 Km. Pembangunan ini tersebar
di 5 Kecamatan yakni di Kecamatan Anggana sudah selesai, kemudian Muara Kaman,
Marang Kayu, Tenggarong Seberang, dan Sebulu." sebut Suryadi Rabu
(23/8/23).
Ia mengatakan Pemkab Kukar telah
mengalokasikan anggaran di APBD murni
sebesar Rp 17 miliar. Namu di perubahan ada penambahan menjadi Rp 19
miliar lebih. Dan ditargetkan sampai Desember selesai pengerjaannya.
"Harapan kedepannya, produksi ketahanan
pangan itu lebih meningkat, karena sudah di dukung dengan sarana dan prasarana
pertanian. Artinya menambah Indeks Panen (IP) dari 2 menjadi 3.'' ungkapnya.
BANGUN
EMBUNG
Selain melakukan pembangunan irigasi,
Distanak Kukar juga tengah membangun sebanyak 26 embung sekala kecil di 8
kecamatan.
Staf Kabid Sarana dan Prasarana Produksi Distanak Kukar Sopyan mengatakan untuk pembangunan embung sekala kecil yang dikerjakan Distanak dengan ukuran dari 500 - 3000 m³.
"Untuk tahun 2023 tengah dibangun
sebanyak 26 embung. Pembangunan ini tersebar di 8 yaitu Kecamatan Loa Kulu,
Marang Kayu, Muara Kaman, Samboja, Sebulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang, dan
Kota Bangun.'' ujarnya.
Ia mengatakan bahwa pembangunan 26 unit
embung saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Jadi progresnya sekitar 50% lebih
karena pengerjaan tergantung cuaca.
Adapun anggaran yang dialokasikan untuk
pembangunan embung ini sebesar Rp 13 miliar.
"Dengan adanya pembangunan embung ini ketika musim kemarau bisa
dimanfaatkan untuk pengairan tanaman. Karena embung ini sifatnya emergency,
ketika kemarau ini bisa dimanfaatkan oleh petani.'' pungkasnya.(adv/pk)