Seminar IKA UB, Perekonomian Kaltim Masih Bertumpu pada Sektor Energi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
SAMARINDA-
Pemerintah sedang mengupayakan transisi energi sebagai langkah menjaga
ketahanan energi sekaligus mewujudkan ekonomi hijau.
Pembicaraan seputar transisi energi mengemuka dalam seminar yang menjadi rangkaian kegiatan pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Kaltim di Hotel Bumi Senyiur Samarinda pada Minggu 24 September 2023.
Ketua IKA UB Kaltim yang juga Alumni Fakultas
Hukum UB ini adalah juga Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita
IKN. Myrna Safitri mengatakan, Setelah lama vakum, kepengurusan IKA UB Kaltim
diaktifkan kembali melalui sebuah Musyawarah Daerah (Musda) 3 Agustus 2023 lalu
di Balikpapan.
Perekonomian Kaltim masih bertumpu pada
sektor energi. Kebijakan nasional dan global mengarah pada energi berkelanjutan
sehingga transisi energi mendesak dilakukan termasuk untuk Kaltim," ungkap
Myrna.
Alumni UB sendiri diketahui banyak berkiprah
dalam berbagai industri di sektor energi seperti migas dan tambang. Ini juga
yang menjadi alasan dipilihnya tema transisi energi dalam Seminar ini.
Transisi energi sendiri memberikan opsi
peralihan penggunaan energi berbasis fosil menjadi energi baru dan terbarukan
(EBT). Kebutuhan melakukan transisi energi dirasakan mendesak untuk mengurangi
emisi gas rumah kaca dan mendorong energi berkelanjutan.
Bersama ini ada 50 alumni yang menjadi
pengurus IKA UB di Kaltim. Sebagai penasehat dari IKA UB Kaltim adalah Hari
Setiyono, Kajati Kaltim yang juga alumni Fakultas Hukum UB.
Pelantikan dilakukan Ketua Umum Pengurus
Pusat IKA UB, Ir. Mohamad Zainal Fatah yang sehari-harinya adalah Sekjen
Kementerian PUPR. Dihadiri oleh ratusan alumni IKA UB di Kaltim dan perwakilan
dari organisasi alumni perguruan tinggi lainnya, acara berlangsung meriah.
Sementara Ketua Umum PP IKA UB, Zainal Fatah
menyampaikan Kaltim adalah provinsi yang tidak bisa ditinggalkan dalam
pembangunan nasional. Topik Seminar ini juga penting. Ini menunjukkan bahwa
sebagai alumni kita terus ingin berkontribusi lebih baik.”ungkapnya.
Sementara itu Hari Setiyono mengingatkan
tantangan bagi IKA UB di Kaltim mengingat keberadaan IKN. Sinergi dengan sesama
alumni dan alumni perguruan tinggi lainnya sangat penting. “Kebersamaan adalah
kunci”, kata Hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dubes RI untuk
Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman yang membagikan informasi perihal
upaya pemerintah Kazakhstan melakukan transisi energi.
Kazakshtan dikenal sebagai negara
penghasil minyak. Kepala Biro
Perencanaan Kementerian ESDM, Chrisnawan Anindya, Kepala BRIDA Kaltim
Fitriansyah juga menjadi pembicara dalam Seminar ini. Dari perspektif praktisi
turut memberikan pandangan GM PT. Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi dan
Putra Peni Luhur Wibowo, CSR & Relations Manager P.T. Badak NGL. Haris
Retno Susmiyati dari Fakultas Hukum Unmul menanggapi dari sisi hukum dan
kebijakan.(mid)