Pemerintah Berau Ajak Semua Elemen Menjaga dan Memulihkan Kerusakan Hutan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB : Mewakili
Bupati Berau, Hj Sri Juniarsih Mas, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Sumber Daya
Manusia (SDM), H Jaka Siswanta mengajak semua elemen masyarakat, lembaga
pemerintah, lembaga swasta dan lainnya, bersama–sama menjaga, memelihara
serta memulihkan kerusakan hutan yang ada di Bumi Batiwakkal.
Hal ini diungkapnya saat membuka
kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023 yang berlangsung di Kelurahan
Gubung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Sabtu (9/12/2023).
Dalam kegiatan ini ada 5 jenis tanaman yang
akan ditanam, yakni bibit tanaman mangga, durian, elay, alpukat, dan
kelengkeng.
Meskipun HMPI tersebut seyogyanya
dilaksanakan setiap tanggal 28 November, namun kegiatan yang dilaksanakan
diberau baru pada Desember ini, namun tujuannya tetap sama, yaitu dalam rangka
penghijauan dan meningkatkan pelestarian lingkungan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Staf
Ahli H. Jaka Siswanta menjelaskan HMPI sendiri ditetapkan berdasarkan KEPPRES
Nomor 24 Tahun 2008 ditandatangani Presiden RI kala itu Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY).
Gerakan ini dimaksudkan untuk memberikan
kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat, tentang pentingnya menjaga dan memulihkan
kerusakan hutan dan lahan melalui penanaman kembali pohon.
Tujuan yang lebih luas dari HMPI ialah untuk
membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan masyarakat untuk menanam dan
merawat pohon dalam rangka membangun ekosistem.
Jaka Siswanta melanjutkan bahwa, secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten menyambut baik digelarnya kegiatan ini. Serta
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang senantiasa meningkatkan
kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan.
“Hari menanam Pohon ini diharapkan bukan
hanya sekedar seremonial, tetapi juga perlu ditindak lanjuti dikehidupan
sehari hari. Dengan adanya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam
rangka untuk menanam pohon atau merehabilitasi hutan yang sudah rusak,” ujarnya.
Manfaat terhadap pohon-pohon yang merupakan
paru-paru dunia, karena pohon itu dapat menyerap oksigen, mengeluarkan oksigen,
menyerap karbon dan dapat menjaga suhu bumi. Untuk menjaga kelembaban bumi dan
mempengaruhi suatu iklim sebagai sumber daya pangan pohon atau sumber daya
pangan.
“Penanaman pohon salah satu langkah mitigasi
bencana alam yaitu menanggulangi banjir menanggulangi longsor dan erupsi atau
abrasi itulah mengapa menanam pohon sangat berguna bagi kita semua,"
tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Berau memiliki perhatian
besar terhadap upaya pelestarian lingkungan dan penghijauan bersama perangkat
terkait terus mendorong aksi penghijauan termasuk kegiatan menanam pohon
bersama.
“Penanaman pohon sebagai salah satu rangkaian
seremoni pada berbagai kegiatan serta membentuk komunitas pelajar cinta
lingkungan. Dengan demikian juga menanam pohon dapat kita jadikan pola hidup
serta kebiasaan kita sehari-hari," imbuhnya.
Dalam rangka menjaga keberlanjutan ekosistem
mengurangi emisi karbon dioksida serta memperkuat upaya restorasi hutan.
“Marilah kita bersama-sama bersama masyarakat
dan perusahaan atau stakeholder terkait dalam rangka kita sungguh-sungguh dapat
melaksanakan program inovatif yang menghentikan penyebab kerusakan hutan dengan
melakukan pencegahan sedini mungkin melalui peningkatan kapasitas kelembagaan
dan pemberdayaan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk kita
bersama," tutupnya. (Sep/Nad)