Teh Kula di Tetap Jadi Pilihan Warga Tenggarong di Tengah Persaingan Usaha Minuman

img

Kedai Teh Kula yang berlokasi di Jalan Jelawat. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di tengah semakin ketatnya persaingan usaha minuman di Tenggarong, Kedai Teh Kula yang berlokasi di Jalan Jelawat, Kelurahan Timbau, tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

Gerai minuman tersebut masih menjadi pilihan banyak warga, khususnya kalangan pelajar dan masyarakat umum yang telah menjadi pelanggan setia sejak usaha itu berdiri.

Setiap hari, kedai Teh Kula terlihat ramai dikunjungi pelanggan yang datang silih berganti. Letaknya yang berada di kawasan strategis membuat usaha tersebut mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Tak hanya pelajar yang singgah sepulang sekolah, masyarakat yang melintas maupun warga sekitar juga kerap mampir untuk membeli minuman favorit mereka.

Pemilik Kedai Teh Kula, Nadia mengatakan dukungan pelanggan menjadi salah satu alasan utama usahanya mampu bertahan di tengah banyaknya gerai minuman baru yang bermunculan.

Menurutnya, kepercayaan pelanggan yang terus terjaga selama ini menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus mengembangkan usaha.

"Kalau dibilang senang, ya pasti senang. Banyak pelanggan yang dari awal buka sampai sekarang masih sering datang. Kadang mereka juga ngajak teman-temannya ke sini, jadi kami merasa usaha ini benar-benar diterima masyarakat," ujarnya kepada poskotakaltimnews, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, pelanggan Teh Kula berasal dari berbagai kalangan. Namun, pelajar menjadi salah satu yang cukup mendominasi.

Selain karena lokasi yang dekat dengan aktivitas pelajar, harga yang terjangkau juga menjadi salah satu alasan banyak pelanggan memilih Teh Kula.

Berbagai menu yang tersedia dibanderol mulai dari Rp3 ribu hingga Rp15 ribu per cup sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Nadia menuturkan, menjaga kualitas produk menjadi hal yang selalu diutamakan. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajian dilakukan dengan standar yang sama setiap hari.

Baginya, konsistensi rasa merupakan salah satu kunci untuk mempertahankan pelanggan agar tetap kembali membeli.

"Yang paling kami jaga itu kualitas rasanya. Soalnya pelanggan datang lagi karena mereka sudah cocok. Jadi kami berusaha supaya rasa yang mereka nikmati hari ini tetap sama ketika mereka datang lagi besok atau minggu depan," kata dia.

Dalam sehari, Teh Kula mampu menjual hingga sekitar 100 cup minuman, capaian itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk yang ditawarkan, sekaligus menjadi bukti bahwa usaha lokal masih mampu bersaing di tengah maraknya bisnis minuman kekinian.

Meski demikian, Nadia mengaku lebih memilih fokus pada pelayanan dan kepuasan pelanggan dibanding memikirkan persaingan yang ada.

Ia berharap Teh Kula dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan di masa mendatang.

"Kami jalani saja pelan-pelan yang penting pelanggan puas, nyaman datang ke sini, dan tetap percaya dengan produk yang kami jual. Alhamdulillah sampai sekarang dukungan mereka masih luar biasa dan itu yang membuat kami semangat untuk terus berkembang," tutupnya. (kriz)