Dari Tumpukan Limbah Jadi Peluang Usaha, Warga Pulau Derawan Dilatih Sulap Kelapa Bekas Menjadi Kerajinan Bernilai Jual Tinggi

img

Produk hasil kerajinan tangan dari limbah kelapa yang diproduksi masyarakat di Kecamatan Pulau Derawan. (foto: sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tangan kreatif masyarakat pesisir, limbah kelapa yang selama ini hanya menjadi sampah ternyata bisa berubah menjadi sumber penghasilan baru. Potensi inilah yang kini mulai dikembangkan di Kecamatan Pulau Derawan melalui Pelatihan Kerajinan Limbah Kelapa dalam Program Perencanaan dan Pembangunan Industri.

 

Kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Jumat (29/5/2026), tersebut menjadi langkah nyata mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 2 Juni 2026 dengan melibatkan masyarakat dan para perajin lokal.

 

Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto mengatakan, selama ini limbah kelapa di wilayah Derawan belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki nilai ekonomi yang cukup besar jika diolah dengan baik.

 

Menurutnya, tempurung, serat hingga sisa olahan kelapa dapat diubah menjadi berbagai produk kerajinan yang tidak hanya menarik, tetapi juga ramah lingkungan dan memiliki peluang pasar yang menjanjikan.

 

“Banyak limbah kelapa di Derawan yang sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengembangkan keterampilan masyarakat dalam mengelola produk berbahan dasar kelapa,” ujarnya.

 

Ia menilai, meningkatnya tren penggunaan produk ramah lingkungan menjadi peluang besar bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan usaha kreatif berbahan limbah kelapa. Karena itu, pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada keterampilan produksi, tetapi juga diarahkan agar masyarakat mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing.

 

Untuk menunjang kualitas hasil kerajinan, panitia menghadirkan instruktur dari Kabupaten Bantul yang dinilai berpengalaman dalam pengembangan produk berbasis limbah kelapa. Kehadiran instruktur tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan baru kepada peserta, mulai dari teknik produksi hingga pengembangan desain produk yang lebih modern dan bernilai jual.

 

Selain keterampilan membuat kerajinan, peserta juga didorong memahami pentingnya pemasaran dan promosi agar produk lokal Pulau Derawan nantinya mampu menembus pasar yang lebih luas. Edy berharap, pelatihan tersebut dapat menjadi awal lahirnya pelaku usaha baru di sektor ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, Dekranasda Berau juga menargetkan produk kerajinan limbah kelapa dari Pulau Derawan nantinya mampu berkembang menjadi ciri khas daerah dan dikenal lebih luas sebagai produk unggulan lokal.


“Harapannya, produk kerajinan berbahan limbah kelapa ini nantinya bisa menjadi ikon Kecamatan Pulau Derawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (sep/FN/Prokopim/Advertorial)