Warga Kaltim Beralih ke BBM Ramah Lingkungan, Konsumsi Pertamax Tertinggi
PT Pertamina (Perseo) Marketing Operation
Region (MOR) Kalimantan mencatat adanya lonjakan konsumsi bahan bakar minyak
(BBM), khususnya untuk produk dengan Research Octan Number (RON) tinggi yaitu
Pertamax RON 92.
Unit Manager Communication & CSR
Pertamina MOR Kalimantan Susanto August Satria menyampaikan bahwa konsumsi
produk Pertamax terus mengalami peningkatan. “Rerata harian konsumsi Pertamax
terus mengalami peningkatan dari tahun 2020 sebesar 98.001 KL perhari menjadi
161.764 KL di periode tahun 2021 atau mengalami kenaikan sebesar 65 persen”,
ungkapnya.
Pihaknya optimis konsumsi Pertamax akan terus
mengalami peningkatan karena saat ini semakin banyak masyarakat beralih ke
produk bahan bakar berkualitas yang memberikan dampak nyata baik bagi kendaraan
juga lingkungan, hal ini terbukti dari proporsi produk oktan tinggi yang
semakin meningkat bila dibandingkan dengan produk lainnya. "Pada tahun
2020 proporsi Pertamax terhadap BBM gasoline lain adalah sebesar 7,9 persen.
Angka tersebut kemudian bertambah pada tahun 2021 menjadi 12 persen dari
konsumsi BBM gasoline secara keseluruhan," terang Satria.
Untuk di Provinsi Kalimantan Timur konsumsi
produk Pertamax dan Pertalite di tahun 2021 terhitung tumbuh cukup signifikan,
untuk Pertamax meningkat hingga 26 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan
untuk produk Pertalite peningkatan sebesar 32 persen dari tahun
sebelumnya, hal ini berbanding terbalik
dengan konsumsi produk dengan oktan rendah Premium yang turun hingga 26 persen.
Satria juga menjelaskan Pertamax menjadi
salah satu primadona bagi pengguna kendaraan jenis gasoline karena memiliki
banyak keunggulan dan manfaat, tidak hanya untuk mesin kendaraa tapi juga bagi
lingkungan. “Pertamax memiliki kandungan formula zat aditif Pertatec (Pertamina
Technology) yang mampu membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga mesin
jadi lebih awet, terjaga dari karat, dan membantu pembakaran yang lebih
maksimal sehingga terhitung lebih efisien”, jelas Satria.
Disisi lain, Plt Kepala Dinas Lingkungan
Hidup Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose menyampaikan bahwa saat ini
sudah banyak pabrik kendaraan yang memberikan rekomendasi untuk penggunaan BBM
dengan minimal RON 90 bahkan 92 untuk kendaraan dengan teknologi terbaru.
“Menggunakan bahan bakar yang memiliki RON tinggi tidak hanya memberikan
kualitas mesin yang lebih awet tapi juga mengurangi pencemaran sehingga
membantu menciptakan lingkungan yang bersih”, ujarnya.
"Selain berkualitas, produk Pertamax
juga masuk kategori BBM ramah lingkungan, karena kandungan sulfur yang
dihasilkan pada gas buang kendaraannya maksimal 500 ppm. Untuk itu dapat
menjaga kualitas udara tetap baik," tambahnya menerangkan bahwa dengan
menggunakan bahan bakar berkualitas, masyarakat telah mengambil bagian untuk
mendukung program Pemerintah guna menjaga lingkungan yang lebih sehat. Hal ini
tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK)
Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4 (RON 92).(mid)