Lepas ASN Yang Purna Tugas, Wagub: Masa Pensiun Harus Tetap Bekerja

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Muhammad Sa’bani melepas Apartur Sipil Negara (ASN) dilingkup Setdaprov Kaltim, yang telah purna tugas (pensiun).

Hadi Mulyadi mengingatkan bahwa kita ini bekerja  bukan mencari pekerjaan tetap, tetapi tetap bekerja, sehingga bagi orang yang memandang pekerjaan itu sebagai karya, sebagai   amal ibadah dan sebagai bagian untuk membahagiakan orang lain, sesungguhnya tidak ada istilah pensiun,  Cuma jenis pekerjaannya saja yang berbeda.

“Waktu sebelum pensiun kerja di kantor, setelah pekerjaan bekerja di peruhaan, atau menciptakan lapangan pekerjaan,  artinya tidak pernah berhenti  bekerja, maksudnya harus ada karya yang terus hasilkan untuk orang lain, sampai akhir hidup kita,”pesan Hadi Mulyadi  pada acara Purna Tugas Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi  Kaltim Ir Fadjar Djojoadikusumo, MM., MT, dan sejumlah Pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.e Kenaikan Pangkat ASN Setda Provinsi  Kaltim Periode TMT 1 Oktober 2021, serta Penyampaian 5 Sertifikasi untuk pemenuhan 17 Standarisasi LPSE. Yang dilaksanakan  di  Ruang Pandurata,  Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (30/9/2021)

Hadi Mulyadi menambahkan, pegawai yang sudah pensiun harus tetap bekerja maksudnya  tentu tidak harus dalam  pekerjaan seperti pengawai negeri, tepapi dalam bentuk karya tulisan, atau karya seni, karya olahraga, atau apa saja yang selalu memberikan manfaat bagi orang lain, dan menjadi contoh bagi orang lain maupun anak cucu.

 “Terus bekerja ini harus terus menjadi penyemangat  bagi kita, sehingga kita tidak terlena, bekerja harus PNS, harus pegawai negeri, kerja di kantoran, tetapi yang terpenting memberikan manfaat bagi orang lain dan minimal bagi keluarga kita,”tandasnya.

Hadi Mulyadi juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada pegawai yang purna tugas atas kontribusinya dan pengabdian yang diberikan untuk pembangunan Provinsi Kaltim,  dan tidak bisa memberikan apa-apa kecuali doa, semoga semuanya di berikan kesehatan dan kekuatan, sehingga bisa bekerja untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

 “Kata orang, kalau kita emas, dimanapun ditaroh akan tetap menjadi emas, kalau kita bekerja dengan baik, kita dicari orang lain,  bukan kita mencari pekerjaan, oleh karena itu berusahalah menjadi emas, dan siapun kita  harus bisa  menjadi emas, 

Fadjar Djojoadikusumo  meminta maaf atas nama pribadi dan keluarga apabila selama menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kaltim,  terdapat kesalahan  dan hilap, tentu  perpisahan  ini  ada sedih dan ada senang. Kalau sedihnya tentu tidak sering lagi bertemu teman-teman yang selalu berbagi dalam berbagai hal dalam melaksanakan tufoksi.

“Kalau senangnya tentu  tidak perlu terburu-buru bangun pagi, mencari symbol korpri dan sebagainya, dan hal tersebut akan menjadi kenangan, dan yang paling saya syukuri adalah saya bisa melaksanakan tugas sampai selesai (pensiun) dengan umur 60 tahun,” tandas Fadjar Djojoadikusumo. (mar)