PDI-P Kukar Buka Peluang Koalisi Partai Politik untuk Pilkada 2024
Ketua BP Pemilu PDI-P Kukar Junaidi.
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR:
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDI-P) Kutai Kartanegara tengah intens membangun komunikasi politik
dengan sejumlah pimpinan partai politik di Kukar. PDI-P membuka arah koalisi,
meskipun diketahui bahwa hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, PDI-P Kukar
menjadi partai pemenang dengan memperoleh 16 kursi DPRD Kukar, dan bisa
mengusung pasangan calon sendiri untuk bertarung di Pilkada 2024.
“Dengan
posisi PDI-P Kukar meraih 16 kursi DPRD Kukar, menunjukan dominatif, sehingga
menjadi alat ukur dan kekuatan besar bagi figur pak Edi Damansyah. Tapi kita
tidak boleh sombong, kita tetap akan membangun koalisi, untuk bersama sama
membangun Kukar,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Kukar Junaidi
didampingi Sekretaris Muhammad Suria Irfani, di Tenggarong, Sabtu (18/5/2024).
Junaidi
mengakui, sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan
sejumlah pimpinan partai politik di Kukar, seperti Partai Gerindra, Partai
Kebangkitan Bangsa, kemudian Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan
Sejahtera Kukar masih akan dijadwalkan untuk pertemuan membahas terkait koalisi
jelang Pilkada.
“Komunikasi
dengan Partai Gerindra sudah kita lakukan sudah mendalam, namun hal itu masih
perlu kajian panjang, apakah nanti berpasangan dengan figur dari partai lain,
atau dari kader PDI-P sendiri, artinya merah merah, atau merah dengan partai
lain.” tutur Junaidi.
DPP
PDI-P kata Junaidi, secara penuh memberikan
kewenangan kepada Edi Damansyah untuk maju sebagai Calon Bupati Kukar,
tinggal menentukan wakilnya untuk berpasangan dengan Edi Damansyah.
" DPP PDI-P memberikan penugasan dan rekom penuh kepada Pak Edi Damansyah sebagai Calon Bupati Kukar, untuk posisi wakil masih penjajakan dan kajian, apakah pasangannya nanti merah merah, atau merah dengan partai lain."kata Junaidi.
Peluang
besar adalah inkumben Rendi Solihin karena memang hasil surveynya cukup bagus di masyarakat mencapai 70 sampai 80 persen setiap program yang
direalisasikan.
“Namun
hal itu juga perlu kajian panjang, juga mempertimbangan aspirasi dinamika politik
dari partai lain, partai lain juga punya hak sama untuk membangun Kukar, karena
dari partai partai lain juga berharap menjadi calon wakilnya, oleh karena itu
masih kita lakukan penjajakan mendalam,” papar Junaidi.
Untuk
membangun Kabupaten Kutai Kartanegara, lanjut Junaidi perlu bekerja bersama,
sehingga PDI-P Kutai Kartanegara membuka ruang komunikasi, diskusi dan koalisi
untuk Pilkada 2024, yang arahnya untuk bersama sama membangun Kukar.
“Menata
pemerintahan Kukar kearah lebih baik, yang sejuk, tanpa konflik, tanpa benturan
dengan menyatukan persepsi, bahwa Kutai Kartanegara menjadi Kutai Kartanegara
yang idaman bagi seluruh daerah, mewujudkan Kukar emas, karena sebagai
penyangga Ibukota Nusantara,”katanya.(pk)