Diskan Berau Prioritaskan Pendampingan dan Penguatan Sarana Perikanan di 2025

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dinas Perikanan (Diskan) Berau terus berupaya meningkatkan sektor perikanan daerah dengan berbagai program strategis yang dijalankan tahun ini. Fokus utama program tersebut adalah peningkatan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan serta penguatan sarana dan prasarana. 

 

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya akan lebih mengutamakan pendampingan bagi nelayan, pembudidaya, serta pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. 

 

“Adapun pendampingan kami berikan ini mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan, bimbingan teknis (bimtek) ke luar daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan. Selain itu, kami juga akan melakukan pengamanan produk pangan untuk memastikan kualitas hasil perikanan tetap terjaga," ujarnya, Selasa (4/2/2025). 

 

Selain pendampingan, Diskan Berau juga berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana perikanan. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk hibah kepada kelompok usaha perikanan, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Nelayan, Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan), serta Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklasar). 

 

"Pendampingan setiap program baik dari pemerintah pusat maupun provinsi yang wajib kami jalankan," tambah Yunda.


Lebih lanjut, Yunda menjelaskan bahwa Diskan Berau yang berstatus sebagai dinas tipe B memiliki tiga bidang utama, yakni Bidang Budidaya Perikanan, Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, serta Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan.

 

Selain itu, Diskan juga menaungi dua Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu UPT Balai Benih Ikan (BBI) di Sei Bedungun yang berfokus pada pembenihan ikan serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Sambaliung.  Saat ini, pihaknya juga tengah mengembangkan TPI di Tanjung Batu. Meski fasilitas fisiknya telah dibangun, operasionalnya masih terkendala administrasi. 

"Turut andil dalam  menyelesaikan kami juga terus berupaya seperti  kendala  agar TPI di Tanjung Batu bisa segera beroperasi secara optimal," jelasnya. 


Sementara itu, pada tahun 2024 lalu, UPT BBI Sei Bedungun mencatatkan capaian positif dengan berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal serupa juga terjadi di TPI Sambaliung, meskipun nilai PAD yang diperoleh masih perlu dioptimalkan.(sep/FN)