Bayi 10 Bulan Athala Rizky Akhirnya Bisa Tersenyum Manis Setelah Operasi dari Baksos Program PPM
POSKOTAKALTIMNWS, BERAU : Senyum mungil yang dulu sedikit berbeda kini merekah penuh kebahagiaan. Athalla Rizky Ramadhan, bayi berusia 10 bulan asal Tanjung Redeb, akhirnya menjalani operasi bibir sumbing berkat Bakti Sosial (Baksos) operasi katarak, hernia, bibir sumbing, dan benjolan gratis.
Baksos tersebut diselenggarakan
atas kolaborasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau
Coal, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas, Perdami
Kaltim-Kaltara, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kesehatan, Kodim
0902/Berau, RSUD dr. Abdul Rivai Berau, dan Rumah Sehat Baznas Berau.
Bagi kedua orang tuanya, Bawaihi
dan Irmawati, perjalanan ini penuh lika-liku emosional. Saat pertama kali
melihat kondisi sang anak yang lahir dengan bibir sumbing, Irmawati sempat
merasa sedih. Namun, di tengah kesedihan itu, Bawaihi memilih untuk tegar dan
memberikan dukungan kepada sang istri.
“Sewaktu lahir baru diketahui
kondisi anak kami bibirnya sumbing. Ibunya sempat merasa sedih tapi kami
bersyukur si bayi lahir ke dunia dengan keadaan sehat, apapun keadaan dan
kekurangan anak kami, kami sebagai orang tua harus berbangga karena itu anak
kandung kami,” ucap Bawaihi.
Keluarga dan teman-teman pun turut
memberikan dukungan. Mereka meyakinkan bahwa Athalla bisa menjalani operasi
saat usianya lima bulan. Harapan itu semakin nyata ketika dokter puskesmas
membantu mereka untuk mendaftarkan Athalla mengikuti operasi bibir sumbing
gratis yang merupakan salah satu rangkaian baksos.
"Prosesnya mudah, kami hanya
perlu melengkapi berkas dan memberikan kontak yang bisa dihubungi. Setelah itu,
istri saya dihubungi oleh panitia," ungkap Bawaihi.
Selain itu, seluruh biaya
transportasi, akomodasi, dan pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak
penyelenggara, yakni PT Berau Coal dan Yayasan Buddha Tzu Chi, sehingga
keluarga pasien tidak perlu mengeluarkan biaya selama menjalani perawatan.
Hari keberangkatan ke Jakarta
(21/1) menjadi langkah awal bagi si kecil Athalla menuju sebuah perubahan. Di
Bandara Kalimarau, mereka bertemu dengan panitia dan peserta lainnya. Setibanya
di Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi, mereka disambut dengan pelayanan yang penuh
perhatian.
"Semua proses dibuat nyaman
untuk bayi. Athalla cukup berpuasa sejak pukul 4 subuh hingga 10 pagi tanpa
perlu infus sejak awal. Infus baru dipasang saat masuk ke ruang bedah,"
kenang Bawaihi.
Operasi berjalan lancar (23/1).
Setelah operasi Athalla menjalani rawat inap selama dua hari. Selama di Jakarta
Bawaihi mengatakan, kebutuhan mereka sudah disediakan, baik makanan dan tempat
tinggal. “Untuk kebutuhan makanan sudah ditanggung pihak yayasan, untuk tempat
tinggal kami menempati di rumah singgah yang sudah disediakan,” katanya.
Saat akhirnya melihat hasil operasi, hati kedua orang tua Athalla dipenuhi dengan rasa syukur. “Alhamdulillah anak saya sudah jadi lebih baik, bisa tersenyum lebar. Dengan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, PT Berau Coal, Pemkab dan pihak-pihak lainnya, kami merasa bersyukur. Harapan ke depan untuk baksos ini supaya anak-anak yang serba kekurangan seperti bibir sumbing bisa terbantu dengan adanya baksos seperti ini,” harapnya.
Setiap anak yang lahir ke dunia
ini adalah anugerah, begitu pula yang dirasakan Bawaihi dan Irmawati, kelahiran
putra mereka, Athalla Rizky Ramadhan adalah anugerah terindah dalam hidup
mereka. Bibir mungilnya mungkin sempat berbeda, tetapi kasih sayang mereka
terhadapnya, tetap utuh dan tak berubah. (Sep/FN)