Babulu Berpotensi Jadi Lumbung Pangan, Baharuddin Muin : Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Muin
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA
: Akses jalan yang layak dan infrastruktur pendukung
pertanian masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di Kecamatan Babulu,
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Hal ini disampaikan
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Muin, yang menyatakan
komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di
wilayah tersebut.
Menurut Baharuddin,
kondisi jalan usaha tani yang belum optimal kerap menyulitkan para petani dalam
mengangkut hasil panen maupun mengakses pasar.
Ia menilai
pembangunan jalan menjadi prioritas utama, sebelum bicara soal peningkatan
hasil produksi pertanian.
“Masih banyak petani
yang kesulitan menjangkau lahan dan memasarkan hasil pertanian mereka. Jalan
harus jadi perhatian awal,” ungkapnya saat ditemui pada Selasa (3/6/25).
Politisi Partai
Gerindra itu menegaskan, Babulu memiliki potensi besar sebagai kawasan
pertanian unggulan di Kalimantan Timur.
Namun, potensi
tersebut belum tergarap maksimal karena terbatasnya infrastruktur pendukung,
termasuk sistem irigasi yang belum merata.
Dalam hal ini,
Baharuddin turut menyinggung pentingnya pembangunan bendungan Talaki dan
jaringan irigasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Ia menyebut, dukungan
nyata dari pemerintah baik di tingkat provinsi maupun pusat, sangat dibutuhkan
agar Babulu benar-benar bisa menjadi lumbung pangan Kaltim.
“Potensinya besar,
tapi perlu dikuatkan lewat infrastruktur. Irigasi dan bendungan harus masuk
dalam rencana pembangunan ke depan,” jelasnya.
Hingga saat ini,
Baharuddin mengakui belum ada alokasi anggaran yang secara khusus ditujukan
untuk proyek-proyek tersebut, baik dalam APBD Perubahan tahun ini maupun dalam
rencana awal APBD 2026.
Namun, ia menegaskan
akan terus memperjuangkannya di DPRD dan menjadikan hal ini sebagai agenda
penting dalam pembahasan bersama pemerintah.
“Ini bukan sekadar
janji, tapi soal kebutuhan nyata masyarakat. Kita akan kawal dan suarakan
terus,” tegasnya.
Lebih dari sekadar
infrastruktur jalan dan pertanian, masyarakat Babulu juga menyampaikan berbagai
aspirasi lain, seperti kebutuhan air bersih, akses pendidikan gratis, hingga
layanan kesehatan yang merata.
Baharuddin menyatakan
seluruh masukan dari warga akan menjadi bagian dari kerja pengawasan dan
penganggaran di legislatif.
Menariknya, beberapa
waktu lalu Menteri Pertanian sempat melakukan kunjungan kerja ke Babulu.
Menurut Baharuddin, kedatangan pejabat pusat tersebut menjadi tanda bahwa
pemerintah mulai melirik potensi daerah yang selama ini terpinggirkan.
“Kunjungan menteri
waktu itu semoga bukan cuma simbolik. Kita ingin ada tindak lanjut nyata dalam
bentuk bantuan atau program konkret untuk warga,” ujarnya.
Ia berharap, perhatian dari berbagai pihak, baik di tingkat provinsi maupun nasional, bisa menjadi pemicu percepatan pembangunan di Babulu.
Dengan infrastruktur
yang memadai, kami optimistis sektor pertanian Babulu bisa tumbuh lebih pesat
dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani setempat," pungkasnya. (ADV/DPRD
KALTIM)