Petani di Kukar Turun 7 Persen per Tahun, Sekda: Perlu Dorong Konsep Petani Modern Berjiwa Entrepreneur
(Sekda Kukar Sunggono/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara
(Kukar), Sunggono, mengungkapkan kekhawatiran atas terus menurunnya jumlah
petani di wilayah Kukar setiap tahunnya.
Saat diwawancarai awak
media pada Rabu (18/06/2025) usai kegiatan sosialisasi RTKD. Ia menyebut bahwa
tren penurunan tersebut mencapai angka 7% per tahun dan menjadi perhatian
serius Pemerintah Kabupaten.
“Ini tentu menjadi
tantangan besar, karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama
perekonomian daerah. Bila petaninya terus berkurang, maka secara langsung akan
berdampak pada ketahanan pangan dan pembangunan wilayah,” ujar Sunggono.
Sebagai langkah strategis,
Sunggono mengaku Pemkab Kukar telah mendorong berbagai inisiatif, salah satunya
melalui program Kukar Idaman yakni Petani Milenial.
Dijelaskannya program ini
difokuskan untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke dunia
pertanian, namun dengan pendekatan yang lebih modern dan menjanjikan secara
ekonomi.
“Program Petani Milenial
bukan hanya soal mengajak anak muda menjadi petani. Tapi bagaimana kita
mengubah cara pandang mereka, bahwa pertanian itu bukan sekadar bercocok tanam,
melainkan juga bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan,” jelasnya.
Namun, menurut Sunggono,
tantangan terbesar bukan sekadar menyediakan alat dan sarana produksi pertanian
saprodi/saprotan, melainkan juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan
(entrepreneurship) di kalangan petani muda.
“Kalau mereka hanya
menjadi petani tradisional, maka kontribusi yang diberikan baik bagi diri
sendiri, keluarga, maupun daerah tidak akan maksimal,” katanya.
“Karena itu, perlu ada
lompatan pendekatan dari petani biasa menjadi petani modern yang berpikir
bisnis dan inovatif, terutama dari jiwa enterpreneurnya,” tambah Sunggono.
Untuk mendukung
transformasi tersebut, Sunggono juga menegaskan Pemkab Kukar akan terus
memperkuat program-program pendukung pertanian.
“Kita ingin petani di
Kukar ke depan bukan hanya bertahan, tapi mampu tumbuh dan berkembang sebagai
pelaku usaha di sektor pangan yang kuat dan mandiri,” tutupnya. (Adv/Tan)