Buka District Training PGRI Kaltim, Wagub:Guru Ujung Tombak Kualitas SDM

img

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi  mengatakan, guru merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan kualitas pendidikan sehingga upaya peningkatan mutu propesionalisme guru perlu dilakukan secara komprehensif dan sistematis.

"Guru merupakan ujung tombak yang paling menentukan maju mundurnya pendidikan  suatu daerah maupun  bangsa, Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru adalah melalui pertemuan guru melalui District Training anggota PGRI," kata Hadi Mulyadi usai membuka District Training Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kaltim, di Hotel Midtown  Samarinda, Jumat (19/7/2019) lalu.    

Hadi mengatakan PGRI adalah organisasi profesi yang mengabdi di bidang pendidikan, bertekat melanjutkan reformasi, dan menata pendidikan melalui penanganan guru secara professional untuk peningkatan kualitas sumber daya peserta didik, agar dimasa depan dapat maju dan berkembang.

" Kita harapkan PGRI sebagai organisasi profesi bertugas membina serta mengembangkan sikap, perilaku, dan keahlian para guru anggota PGRI khususnya, agar mampu melakukan tugasnya dengan baik, bertanggung jawab, dan dapat di andalkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat," tandasnya.

Atas nama Pemprov Kaltim, Hadi Mulyadi memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus PGRI Provinsi Kaltim yang telah bekerja keras yang terus berupaya meningkatkan profesionalisme para guru, yang implementasinya dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kaltim.

"Pemerintah memberikan apresiasi kepada PGRI Kaltim yang terus berusaha meningkatkan kapasitas dan kualitas guru dengan berbagai kegiatan salah satunya district training, kita sebagai pemerintah tentu berusaha meningkatkan dan memperhatikan kesejahteraan mereka semua," kata Hadi Mulyadi

Ketua PGRI Kaltim H Musyahrim mengatakan kegiatan District Training merupakan kerjasama dengan Education Internastional Concortium Project yang merupakan organisasi Guru Sedunia yang memberikan kesempatan dalam mempromosikan tujuan guru dan pekerja pendidikan di forum internasional dan dalam memberikan masukan dalam diskusi ketika sedang menyusun keputusan tentang kebijakan penting.

Musyahrim mengharapkan kegiatan yang dilaksanakan ini bukan di Kabupaten Paser, tetap juga bisa berkembang ke kabupaten kota lainnya di Kaltim, karena ini sudah menjadi komitmen bersama dan PGRI sebagai mitra pemerintah  dan sebagai organisasi profesi adalah ikut serta secara aktif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas keprofesionalan guru sebagai anggota terdepan PGRI yang dapat memahami dan memperjuangkan hak-hak guru.

" Guru bermutu dan bertanggung jawab sebagai anggota inti organisasi profesi PGRI merupakan pilar utama untuk mencapai keberhasilan pendidikan yang pada gilirannya hasil dari didikannya menjadi tulang punggung pembangunan. Oleh karena itu, kebulatan tekad, jiwa dan semangat kejuangan, kesetiakawanan sosial organisasi, peningkatan mutu dan kemampuan profesional, serta tanggung jawab guru sebagai petugas profesi pendidikan,"papar Musyahrim.

Tampak hadir  Perwakilan Education International Consortium Project Desy Darwin, Perwakilan Pengurus Besar PGRI Euis Karwati, ketua PGRI kabupaten/kota, kepala sekolah, serta para guru.(mar/poskotakaltimnews.com).