DPRD Kukar Bahas RPJMD 2025–2029, Fraksi PKB Tekankan Sinergi dan NasDem Dorong Akuntabilitas
Rapat
Paripurna DPRD Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Rapat paripurna DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) yang digelar pada Selasa (23/9/2025) menjadi momentum penting bagi fraksi-fraksi menyampaikan pandangan umum terhadap nota penyampaian pemerintah mengenai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Fraksi Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) melalui perwakilannya, Eko Wulandanu, menekankan agar pelaksanaan
RPJMD selaras dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam lima
tahun ke depan. Menurutnya, konsistensi arah pembangunan sangat penting agar
program berjalan optimal.
PKB juga meminta
pemerintah daerah lebih transparan dalam menyampaikan program prioritas, serta
memastikan anggaran digunakan tepat sasaran. “Indikator kinerja harus jelas,
sehingga capaian program bisa diukur dengan baik,” ujar Eko.
Ia menegaskan, reward and
punishment perlu diterapkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala
dinas yang berhasil mencapai target kinerja layak diapresiasi, sementara yang
gagal wajib dievaluasi.
Selain itu, PKB mendorong
agar penempatan pejabat dilakukan sesuai keilmuan dan kompetensi. Hal ini
dinilai penting demi menjaga kondusivitas birokrasi dan meningkatkan kualitas
pelayanan publik.
Tak hanya itu, PKB juga
menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan rumah
ibadah, majelis ilmu, dan majelis zikir. Upaya ini dinilai akan memperkuat
pembentukan generasi berkarakter di Kukar.
Sementara itu, Fraksi
Partai NasDem melalui Sa’bir menilai bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya
terfokus pada target angka, melainkan juga harus berdampak nyata bagi
masyarakat.
Menurutnya, pemerintah
daerah dituntut menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan setiap program
benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas. “Jangan sampai pembangunan
hanya menjadi formalitas, sementara warga tidak merasakan manfaatnya,” tegas
Sa’bir.
Fraksi NasDem juga
mengingatkan agar pemerintah daerah lebih peka terhadap dinamika sosial,
sehingga setiap kebijakan mampu memperkuat persatuan masyarakat.
Dengan pandangan yang
disampaikan, kedua fraksi sama-sama menekankan perlunya keseimbangan antara
pembangunan fisik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta penguatan nilai
sosial-keagamaan. Hal ini diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan visi
pembangunan Kukar 2025–2029.(ADV)