Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Fokus Utama dalam Musrenbangdes 2025 Kecamatan Marangkayu
(Musrebangdes di salah satu desa kecamatan Marangkayu/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kecamatan Marangkayu terus memperkuat
arah pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Melalui pelaksanaan
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025, dua sektor
strategis yakni infrastruktur dan pendidikan muncul sebagai prioritas utama
yang banyak diusulkan oleh masyarakat di berbagai desa.
Hal tersebut diungkapkan
Camat Marangkayu, AR Ambodalle. Ia menegaskan bahwa Musrenbangdes merupakan
tahap penting dalam menjaring aspirasi dari bawah.
“Kami memastikan proses
Musrenbangdes berjalan dari tingkat RT dan dusun terlebih dahulu, baru kemudian
disusun dalam RKPDes. Jadi, semua usulan warga harus benar-benar terakomodasi,”
ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/09/2025).
Ambodalle menjelaskan,
pemerintah kecamatan memberikan waktu khusus kepada desa untuk melakukan
musyawarah di tingkat paling bawah.
Langkah ini dilakukan agar
proses perencanaan lebih partisipatif dan setiap usulan masyarakat dapat
diverifikasi secara terbuka.
“Kami panitia memfotokopi
semua draf usulan. Jika ada yang kurang, ditambah, supaya tidak ada yang
terlewat,” ungkapnya.
Diakuinya dari hasil
inventarisasi usulan, perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan menjadi
kebutuhan paling mendesak yang disampaikan oleh masyarakat.
Banyak warga berharap
peningkatan akses jalan usaha tani dapat segera direalisasikan guna menunjang
aktivitas ekonomi dan mobilitas warga desa.
“Jalan usaha tani ini
sangat vital. Banyak warga mengusulkan agar akses tersebut diperbaiki karena
menjadi jalur utama hasil pertanian dan perkebunan,” kata Ambodalle.
Selain infrastruktur,
sektor pendidikan juga menempati posisi penting dalam daftar prioritas
pembangunan. Banyak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di
wilayah pinggiran yang masih memerlukan perbaikan, terutama pada ruang kelas,
fasilitas WC, dan kantor kepala sekolah.
“Banyak bangunan sekolah
yang perlu direhab. Saya bilang ke masyarakat, meskipun itu tidak masuk dalam
dana ADD, tetap harus dibahas dalam Musrenbang. Karena pendidikan adalah
pondasi kemajuan desa,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut,
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara,
Arianto, mengatakan dukungannya terhadap hasil Musrenbangdes yang
menitikberatkan pada infrastruktur dan pendidikan.
Menurutnya, dua sektor ini
memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat desa.
“Musrenbangdes adalah
instrumen penting untuk memastikan arah pembangunan sesuai kebutuhan
masyarakat. Infrastruktur yang baik membuka akses ekonomi, sementara pendidikan
yang layak membangun kualitas sumber daya manusia desa,” ujar Arianto.
Ia juga menambahkan bahwa
DPMD Kukar terus mendorong desa agar memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam
perencanaan pembangunan.
“Kami harapkan
Musrenbangdes tidak berhenti di tataran wacana. Semua usulan harus dikawal
bersama agar benar-benar terwujud dalam program kerja desa maupun dukungan
kabupaten,” pungkasnya. (Adv/Tan)