Targetkan Inovasi Desa Makin Berkembang, DPMD Kukar Mulai Lakukan Penilaian TTG

img

(Proses Penilaian TTG di DPMD Kukar/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melaksanakan tahapan penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat kabupaten tahun 2025. M Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda yang diawali mulai dari pembukaan, penilaian administrasi dan pemutaran video profil peserta

Penanggung Jawab Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) TTG DPMD Kukar, H. Mohammad Adriannur, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini pada Selasa (14/10/2025) untuk yang pertama difokuskan pada proses administrasi dan penayangan video sebagai bahan verifikasi awal tim juri sebelum sesi presentasi.

“Agenda hari ini memang lebih ke tahap administratif dan pemutaran video dari masing-masing peserta. Ini dilakukan agar besok, saat penilaian lanjutan, kita bisa langsung fokus ke aspek presentasi dan substansi inovasi yang mereka buat,” jelas Adriannur saat diwawancarai Poskotakaltimnews.

Ia menambahkan, penilaian lanjutan akan digelar Rabu (15/10/2025) untuk tiga kategori utama, yaitu Lomba Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Berprestasi, TTG Unggulan, dan TTG Inovasi. Sementara pada Kamis (16/10/2025) akan digelar kegiatan olah khas daerah yang menampilkan potensi kuliner dan kreativitas lokal dari masing-masing peserta.

Adapun puncak kegiatan dijadwalkan Jumat (17/10/2025), yaitu pengumuman dan penentuan juara untuk setiap kategori lomba oleh dewan juri.

“Hari Jumat nanti dewan juri akan menetapkan pemenang 1, 2, dan 3 di masing-masing kategori. Hasil ini juga akan menjadi dasar untuk menentukan wakil Kukar yang akan dikirim ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada TTG 2026,” katanya.

Adrianur menyebut dari total 20 kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara, hanya 8 kecamatan yang dinyatakan siap mengikuti lomba tahun ini. Menurut Adriannur, sebagian kecamatan lainnya belum siap secara teknis maupun administrasi untuk mengikuti ajang TTG 2025.

“Memang tidak semua bisa ikut, karena kesiapan administrasi dan inovasi yang akan ditampilkan menjadi syarat penting. Tahun ini ada delapan kecamatan yang sudah siap tampil,” ungkapnya.

Untuk proses penilaian, DPMD Kukar melibatkan sejumlah pihak lintas sektor agar hasil evaluasi lebih objektif dan komprehensif. Tim juri berasal dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), serta Yayasan Kutai.

Menurut Adriannur, sinergi antarlembaga tersebut penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi dari masyarakat desa tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi warga.

“Harapan kami, kegiatan TTG ini tidak berhenti di lomba saja. Inovasi yang muncul dari desa bisa benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berharap pelaksanaan TTG tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik, dengan jumlah peserta yang semakin banyak dan inovasi yang lebih beragam.

“Kita ingin tahun depan seluruh kecamatan bisa ikut, karena TTG ini wadah penting untuk mendorong kreativitas dan kemandirian teknologi masyarakat desa,” pungkas Adriannur. (Adv/Tan)