Digitalisasi NIK Dorong Seniman Kukar Tampil di Panggung Lebih Luas
Kepala Bidang
Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Langkah baru dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pengelolaan data kesenian. Melalui penerapan Nomor Induk Kesenian (NIK) berbasis digital, pemerintah daerah berupaya memetakan potensi pelaku seni secara lebih akurat sekaligus membuka ruang pembinaan dan promosi yang lebih luas.
Kepala Bidang Kebudayaan
Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa NIK digital bukan sekadar sistem
administrasi, melainkan bagian dari tata kelola kebudayaan yang transparan dan
modern.
“Melalui sistem ini, kami ingin seluruh data pelaku
seni di Kukar bisa diakses dengan mudah dan transparan. NIK bukan hanya
administrasi, tapi identitas resmi bagi seniman daerah,” ujarnya, Selasa
(14/10/2025).
Ia menuturkan, sistem NIK
kini dikembangkan dalam bentuk database daring yang memungkinkan sanggar,
komunitas seni, maupun individu untuk memperbarui profil, mengunggah karya, dan
mendaftar berbagai kegiatan kebudayaan.
“Setiap seniman nantinya bisa memiliki profil digital
yang menampilkan karya dan aktivitas mereka. Ini akan membantu dalam promosi,
juga memudahkan pemerintah memantau perkembangan komunitas seni,” tambahnya.
Selain berfungsi sebagai
sarana pendataan, digitalisasi NIK juga menjadi alat untuk memastikan
transparansi penyaluran bantuan dan pembinaan kesenian. Dengan data yang valid
dan terintegrasi, pemerintah dapat menyalurkan dukungan tepat sasaran kepada
kelompok seni yang aktif dan produktif.
“Kami ingin bantuan pemerintah tepat sasaran. NIK
digital membantu memetakan kelompok mana yang aktif, siapa saja yang rutin
berkarya, dan di mana wilayah yang membutuhkan pembinaan lebih lanjut,” terang
Puji.
Sebagai pelengkap sistem
tersebut, Disdikbud Kukar kini menyiapkan portal informasi kesenian daerah yang
menampilkan direktori pelaku seni, agenda pertunjukan, serta warisan budaya
khas Kukar. Portal ini menjadi etalase digital bagi keberagaman seni lokal yang
tumbuh di daerah.
Puji menegaskan,
digitalisasi data kesenian bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga
bentuk komitmen pemerintah dalam membawa kebudayaan Kukar ke ranah yang lebih
luas.
“Kukar memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dengan
digitalisasi NIK, kami ingin dunia tahu bahwa seni di Kukar tidak hanya hidup,
tapi juga siap bersaing di era modern,” pungkasnya.(adv)