Bappeda Kukar Tekankan Perencanaan Pembangunan Harus Sesuai Kemampuan Keuangan Daerah

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa perencanaan pembangunan di daerah harus disusun secara terarah dan realistis sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Hal tersebut menjadi perhatian penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan dan pengelolaan anggaran yang lebih optimal.

Plt Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna melalui Kepala Bidang Sosial dan Budaya (Sosbud) Gamal Abdul Aziz mengatakan, kondisi fiskal daerah menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan prioritas pembangunan setiap tahunnya.

Untuk itu, program yang diusulkan dalam dokumen perencanaan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak positif terhadap perkembangan daerah.

Menurutnya, kapasitas keuangan daerah bukan hanya menentukan besaran alokasi anggaran, tapi juga menjadi tolok ukur dalam menentukan strategi pembangunan, termasuk inovasi dalam memanfaatkan sumber pembiayaan lain di luar APBD.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Gamal Abdul Aziz pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).

Dalam hal ini, juga terus diperperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah, guna menajamkan usulan program yang lebih efektif dan efisien.

Setiap usulan kegiatan wajib melalui proses verifikasi, evaluasi kebutuhan, serta analisis pendanaan yang terukur agar tidak menimbulkan beban anggaran di kemudian hari.

Selain mengoptimalkan kemampuan keuangan daerah, Bappeda Kukar juga tengah menggali potensi pembiayaan alternatif melalui dukungan Dana Transfer Pusat dan skema kerjasama dengan pihak ketiga.

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga akselerasi pembangunan terutama di sektor infrastruktur dan pelayanan publik.

Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan juga terus diperkuat melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa hingga kabupaten.

Aspirasi masyarakat tetap menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, ia berharap pembangunan yang dilaksanakan setiap tahun dapat berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak yang lebih merata di seluruh kecamatan.

Pemerataan pembangunan menjadi komitmen utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Perencanaan yang baik harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, namun tetap berfokus pada hasil. Kami berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Melalui langkah perencanaan yang semakin berkualitas, Bappeda Kukar menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel serta peningkatan daya saing daerah di masa mendatang. Pembangunan yang terukur diharapkan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan Kukar secara berkelanjutan. (Adv/riz)