Sekolah Pesisir Kukar Memprihatinkan, Safruddin Minta Penanganan Serius dan Siapkan Beasiswa Mandiri
Anggota DPRD Kukar,
Safruddin.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Safruddin, menyoroti banyaknya kondisi sekolah di pesisir masih memiliki kondisi infrastruktur yang kurang mumpuni untuk dijadikan wadah untuk menempuh pendidikan.
Anggota legislatif dari
daerah pemilihan (dapil) III itu juga mengungkapkan, pembangunan fasilitas
pendidikan di kawasan pesisir sudah berada pada tahap yang tak lagi bisa
ditunda penanganannya.Menurutnya, sejumlah sekolah harus berjuang menghadapi
lingkungan yang ekstrem.
“Di Tanjung Berukang dan
beberapa wilayah pesisir lainnya, bangunan sekolah sudah sangat memprihatinkan.
Saat pasang, halaman sekolah terendam, bahkan bangunan ikut tergenang. Kalau
hujan, anak-anak kehujanan karena atap banyak bocor,” ujar Safruddin, pada
Jumat (14/11/2025).
Kondisi itu telah ia
tinjau langsung bersama Ketua DPRD Kukar. Dari kunjungan tersebut, keduanya
sepakat bahwa perbaikan harus dimasukkan sebagai salah satu prioritas
pembangunan di daerah pesisir.
“Kami sudah melihat
langsung kondisi di lapangan. Ketua DPRD juga sepakat bahwa sekolah-sekolah ini
harus segera diperbaiki,” katanya.
Meski demikian, Safruddin
mengingatkan bahwa Pemkab Kukar tengah berada dalam situasi efisiensi anggaran.
Karena itu, proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan
fiskal.
“Keinginan pemerintah
sangat besar, tapi kita juga paham ada keterbatasan anggaran. Jadi nanti
disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.
Di luar tugas kedewanan,
Safruddin menempuh langkah pribadi untuk memberi kesempatan pendidikan yang
lebih baik bagi anak-anak pesisir. Sejak 2023, ia menjalankan program beasiswa
mandiri bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Saya sedang menjalankan
beasiswa mandiri bagi anak-anak pesisir. Ada yang saya sekolahkan bahkan sampai
kuliah. Salah satunya sekarang sedang kuliah di STT Migas Balikpapan,”
terangnya.
Bantuan itu tidak hanya
menutup biaya pendidikan. Ia juga menanggung tempat tinggal serta perlengkapan
belajar. Hingga saat ini, empat pelajar telah mendapat dukungan penuh darinya.
“Untuk yang kuliah, biaya
satu semester sekitar Rp8 juta. Sewa rumah Rp1,1 juta per bulan, dan saya
belikan laptop serta printer. Semua kebutuhan mereka saya tanggung,” ujarnya.
Safruddin menyebut banyak
pelajar pesisir terpaksa berhenti sekolah karena kendala ekonomi. Melalui
program beasiswa tersebut, ia berharap mereka memiliki kesempatan mengejar
karier yang lebih baik, terutama di sektor migas yang beroperasi di kawasan
pesisir.
“Saya fokus pada anak-anak
berprestasi yang punya potensi. Semoga setelah mereka lulus, bisa bekerja di
perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Mahakam,” tambahnya.
Ia berharap langkah kecil
ini bisa menjadi contoh bagi berbagai pihak untuk memberikan perhatian lebih
besar kepada masa depan generasi pesisir.
“Anak-anak ini adalah aset
masa depan daerah. Kalau kita bantu mereka hari ini, kelak mereka akan kembali
membangun Kukar,” tutupnya.(ADV)